PALEMBANG.NEWSHANTER.COM, Kriminolog fakultas hukum Universitas Sriwijaya, Syarifuddin Pettanasse menduga kasus penembakan yang terjadi kantor Disbudpar Sumatera Selatan (Sumsel) yang dilakukan orang tak dikenal (OTD) kemarin sore dilatari balas dendam.
Menurutnya, dalam teori klasik, tidak ada asap jika tidak api. Sehingga motif balas dendam kental terasa pada aksi penembakan yang terjadi di kantor Disbupar di bilangan Jalan Demang Lebar Daun, Kav IX tersebut.
“Ada terori klasik, tidak ada asap kalau tidak ada api. Mungkin ini aksi balas dendam, saya berpendapat itu dilakukan orang dalam karena rasa balas dendam,” kata Syarifuddin dibincangi Rakyat Merdeka Online Sumsel, Selasa (06/10/2015).Penembakan tersebut sambungnya, bisa jadi bentuk peringatan keras dari pelaku kepada orang tertentu yang menjadi sasarannya.”Pelaku penembakan bisa kena pasal 170 perusakan fasiltas umum, ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya.
Sementara itu, pantauan dilapangan pasca insiden penembakan kemarin, aktivitas perkantoran dilingkup kantor Disbupar tetap berjalan seperti biasa. “Hari ini tetap ngantor, kerja seperti biasa,” ujar Firmansyah salah seorang staf di kantor Disbupar Sumsel.Selain itu, pihak kepolisian mengenakan pakaian preman tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi kantor Disbupa
Setelah terjadi penembakan oleh orang tak dikenal, polisi menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Selasa (6/10/2015) Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Sumsel pun diterjunkan.Dari hasil pemeriksaan di lapangan, polisi menemukan tiga butir peluru jenis softgun.
Kepala Disbudpar Sumsel, Irene Camelyn sebelumnya mengatakan, penembakan terjadi Senin kemarin sekitar pukul 16.00 WIB sore.Ketika itu ia berada di ruangannya lantai dua dan menggelar rapat bersama PHRI, Asita dan HPI Sumsel.
Tiga kali suara letusan yang menghantam kaca membuat pihaknya panik dan tiarap.Irene berharap kepolisian segera menemukan pelaku penembakan misterius tersebut. (*)





