Pasar Semi Modern Kota Solok Seharga Rp 25 M Mati Suri

Kota Solok, Newshanter.com- Pasar Semi Modern Kota Solok Sumatera barat yang telah diresmikan pada 4 Juni 2015 Sepi bahkan nyaris tak berpengunjung, padahal pasar yang dibangun dengan Anggaran APBD senilai hampir Rp 25 Miliar itu sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti Generator, eskalator dan Air Conditioner (AC) dengan jumlah Kios sebanyak 111 kios.

Sepinya pengunjung menjadi masalah serius bagi para pedagang yang menempati kios-kios dipasar tersebut, sehingga banyak pedagang yang menutup kiosnya, khususnya para pedagang dilantai 2, 3 dan 4 yang merupakan area penjualan aneka assesoris, elektronik, pakaian jadi, apalagi dilantai 4 yang merupakan lantai paling atas yang seyogyanya dijadikan area khusus food Cort sangat sepi bahkan plafon 1 unit kios Food Court dibagian kiri nampak telah copot dan berada dilantai.

Sebaliknya, para calon pengunjung juga banyak mengurungkan niat mereka. baik untuk sekedar melihat-lihat ataupun untuk berbelanja karena tidak adanya kios yang menggelar dagangan dipasar itu.

Ketika media ini Memasuki lantai 2, 3 dan 4 pada Kamis (22/12/2016) Pukul 13.30 WIB. keheningan tanpa adanya aktifitas perdagangan nampak jelas ketika berada dipintu utama, semua kios tutup, termasuk kios yang sudah berplang merek.

Sedikit aktivitas perdagangan ada dilantai dasar, dimana itu merupakan pusat penjualan buah, Sayur mayur, bumbu, dan kebutuhan pokok lainnya. namun tetap saja jumlah pedagangnya hanya sedikit, dan yang tampak hanya sekelompok orang yang tengah berkumpul dan beristirahat di los-los sayur.

Seorang pedagang mengatakan sepinya pedagang dan transaksi di lantai 1 karena diluar khususnya Blok lama Pasar Raya Solok sangat banyak orang berdagang dengan dagangan serupa, ditambah dengan banyaknya orang menggelar dagangan dipinggir jalan lingkar Pasar Raya Solok, sehingga pembeli lebih condong berbelanja disana karena kemudahan akses.

“Selama berdagang disini pendapatannya tidak seperti dulu saat sebelum pasar Semi Modern ini dibangun, sangat jarang pembeli yang khusus datang kesini, beruntung ada beberapa pelanggan lama yang masih mau belanja sama saya dan itulah yang bisa membuat bernafas”. ucap Murni seorang pedagang kelapa dan santan perah Kamis (22/12/2016) di lantai dasar Pasar Semi Modern Solok.

Menurut murni para pedagang yang berada dilantai dasar adalah para pedagang lama yang dulunya berada diatas tanah Pasar Semi Modern sekarang, mereka kemudian direlokasi kelantai dasar dengan sewa kios Rp.8 Juta pertahun.

“Dengan kondisi jual beli sekarang tidak mungkin untuk bertahan dikios ini, karena untuk biaya sewa saja kita tidak bisa menutupinya” keluh murni yang juga berencana akan pindah tempat keluar dari Pasar Semi Modern.

Nampaknya cita-cita, harapan dan target Pemkot Solok membangun Pasar Semi Modern tidak tercapai dengan baik.

dalam situsnya, Kotasolok.com dikatakan bahwa target dari BAPEDA Solok ingin menjadikan Pasar Semi Modern sebagai sumber mencari kehidupan bagi 29% masyarakat solok sehingga pembangunan dan pengembangan pasar raya solok akan mempunyai Multiplier effect bagi perkembangan kota solok.

Sebelumnya Pemkot Solok sudah berusaha untuk mwnghidupkan dan meramaikan Pasar Modern salah satunya dengan menekan para pemilik kios untuk membuka kiosnya, bahkan Walikota Solok Zul Elfian Dt. Tianso turun langsung menyegel dan mengambil kunci kios para pemilik yang tidak membuka kiosnya di Pasar Semi Modern itu.(HAN)

ps6ps3ps7

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *