Papua.newshanter.com –Disaat umat islam merayakan hari kemenangan Idhul Fitri 1 syawal 2015 H, Satu Masjid di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/07/2015) dibakar massa berjumlah sekitar 70 orang yang diduga berasal dari jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI). Dalam aksi kekerasan ini, terdapat tujuh orang massa penyerang yang telah berhasil diamankan oleh Polri/TNI. Seperti diberitakan Pribumines.
Massa menyerang masjid saat umat Islam di Karubaga sedang melaksanakan shalat Ied, pada takbir ke tujuh. Dimana awal mulanya massa penyerang melakukan pelemparan ke arah warga yang sedang shalat Ied pada sekitar pukul 07.10 WIT.
Begitu kejadian jamaah shalat Ied berhamburan untuk menyelamatkan diri dari amukan massa dengan berlari ke Koramil setempat, massa penyerang mulai membakar masjid dan rumah yang juga difungsikan sebagai kios. Berakibat 70 rumah kios berkonstruksi papan kayu terbakar.
Sampai saat ini, dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam penyerangan tersebut. Akan tetapi terdapat 10 orang jamaah shalat Ied yang terluka bakar. Dan penduduk muslim di daerah tersebut diungsikan untuk menghindari kerusuhan yang lebih besar.
Sebelumnya, pada Sabtu (11/07/2015) lalu, gereja GIDI mengirimkan “surat ancaman” kepada umat muslim di wilayah Kabupaten Tolikara untuk tidak merayakan Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten tersebut. Dan memerintahkan secara sepihak untuk merayakannya di luar Kabupaten Tolikara (Wamena) atau Jayapura. Juga, wanita-wanita muslimah dilarang memakai Jilbab di wilayah Tolikara. Alasan pihak GIDI, karena terdapat Seminar dan KKR Pemuda GIDI tingkat Internasional di Kabupaten itu.
Dalam suratnya, GIDI Wilayah Kabupaten Tolikara juga melarang agama lain dan gereja denominasi lain untuk mendirikan tempat-tempat ibadah di Wilayah Kabupaten Tolikara. Dimana akibat pelarangan sepihak ini, Gereja Adven di Distrik Paido akhirnya ditutup dan umat Gereja Adven terpaksa bergabung ke GIDI.
Dalam surat yang ditandatangani oleh Pdt. Nayus Wenda dan Pdt. Marthen Jingga itu, terdapat tembusan kepada Bupati Kabupaten Tolikara, Ketua DPRD Kabupaten Tolikara, Polres Tolikara dan Danramil Tolikara.
Terjadinya aksi brutal Jemaat GIDI ini tentunya sangat disayangkan, mengingat pihak-pihak terkait keamanan Kabupaten Tolikara sudah mengetahui akan kemungkinan terjadinya kerusuhan, tetapi tidak tanggap dalam mengambil tindakan.(pribuminees)





