Palembang,newshanter.com – Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini diwakilkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, pada prinsipnya kita menyambut baik dengan adanya kegiatan tersebut yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) provinsi Sumsel dan kami juga mensupport kegiatan tersebut, demikian diutarakan oleh Kepala Disdik Provinsi Drs H Riza Fahlevi saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (29/9/2021).
Dikatakan Riza Fahlevi, sifatnya dari Disdik Sumsel mensupport kegiatan yang dilakukan oleh Disbudpar Sumsel. Karena kami menyediakan calon-calon yaitu sumber daya manusia (sdm) dalam arti kata yang ada hubungan dan kaitannya dengan kepariwisataan, makanya cerdas cermat tersebut tentunya mudah-mudahan anak kita tidak buta dan mengetahui tentang budaya dan pariwisata yang ada di provinsi Sumsel, ujarnya.
Kemudian, dengan adanya cerdas cermat ini mudah-mudahan saja bukan hanya sebatas cerdas cermat, dari Disbudpar Sumsel melakukan sesuatu jenis kegiatan yang bisa memanfaatkan anak-anak dari yang masih dididik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan pariwisata atau jurusan-jurusan lainnya banyak di SMK itu, itukan bisa dimanfaatkan, dan kita support kalau sifatnya positif, ungkapnya.
Masih menurutnya, itulah gunanya mereka mungkin belajar Sejarah, belajar pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan tidak lupa harus memang kita kan sudah ada peraturan daerah (perda) yang namanya tentang adat budaya. Dan ini harus sosialisasikan dan kita berikan kepada anak-anak generasi penerus kita yang tidak lain yakni disekolahan. Untuk pelajaran Sejarah sejauh ini sangatlah minim, terutama selera disekolah di provinsi Sumsel, katanya.
Lanjutnya, kalau memang nanti, pariwisata memanfaatkan anak ini, apalagi dia mungkin sebagai narasumber atau yang lainnya, mungkin mempunyai jadwal dalam hal kunjungan kesekolah-sekolah, dengan memberikan materi apakah sejenis book atau pamplet itu bisa-saja, agar anak-anak bisa minimal gaet apapun kalau kita memang mau memperkenal budaya yang ada di provinsi Sumsel, bebernya.
Masih disampaikannya, sangat aneh kalau siswa orang kita yakni kota Palembang sendiri tidak mengenal secara detail, dari mulai cerdas cermat kita dukung, apalagi dalam bentuk-bentuk lainnya. Kita hanya menyediakan orangnya saja, jika mereka membutuhkan ya kita siap. Namanya Sumsel Maju Untuk Semua, antar OPD ada Memorandum of Understanding (MoU) ataupun tidak ada secara tersirat kita harus dukung, jelasnya.
Ditambahkannya, kebetulan saja kebudayaan ada di Pariwisata, makanya bentuknya koordinasi. Kalau memang menempel di Disdik maka akan menjadi satu kesatuan. Kalau untuk kebudayaan itu ada dimuatan lokal, ya harapan saya kalau memang sudah lebih ditekankan, memang sudah ada sebagian yang menggunakan itu seperti bahasa Palembang, kita lihat sejauh mana pemakaian dan penggunaan itu, karena itu ada space muatan lokal, tegasnya.(ton)





