JAWA-TIMUR.Newshanter.com,- KH Jafar Shodiq yang Sekjen FPI , terpilih sebagai Ketua Umum Jamaah Taadud Sakinah, atu komunitasPoligami Sakinah Group (PSG) se Indonesia. Tepilihnya Ja’far Shodiq lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 15 Maret 1967 dari hasil KOngres Komunitas Poligami se Indonesia Minggu-. Senin (20/04/2015) di salah satu villa di kawasan wisata Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur , Sekjen Fakhrudin Rusyibani dan KH Imam Mawardi, KH Dr Diya’Udin Quswandi serta KH Syaiful Islam terpilih sebagai Dewan Penasehat
.
Kongres yang dihadiri sekitar 70 keluarga poligami dari berbagai daerah di Indonesia ini
Tak hanya dari Mojokerto, keluarga poligami datang dari berbagai daerah. Antara lain, dari Jepara, Jombang, Tasikmalaya, Bandung, Medan, Jakarta, Solo, Bondowoso, Probolinggo, dan Malang.
Salah seorang panitia acara, Kiai Ahmad Mudhoffar mengatakan pertemuan .keluarga poligami yang tergabung dalam PSG.Selain sebagai ajang silaturrahmi, lanjut Mudhoffar, pertemuan ini sebagai ajang musyawarah untuk menetralkan stigma negatif masyarakat terhadap pelaku poligami. “Kita netralkan opini anggapan bahwa poligami sumber masalah di keluarga. Justru ini menyelesaikan masalah perzinaan, perselingkuhan yang semakin marak di masyarakat,” katanya.
Mudhoffar menuturkan, PSG dibentuk baru secara aklamasi awal 2015. Selama ini, komunikasi antar anggota melalui media sosial WhatsApp. “Seluruh Indonesia anggota kami sudah sekitar 300 keluarga poligami,” ungkap kiai yang kini beristri 2 itu.
Ketua Panitia Kongres, Ustaz Diki Candra, menambahkan acara itu memiliki dua agenda utama, yakni membentuk kepengurusan PSG dan mereduksi stigma negatif masyarakat terhadap pelaku poligami. Pertemuan itu juga sebagai ajang musyawarah untuk menetralkan stigma negatif masyarakat terhadap pelaku poligami.
“Kita netralkan opini anggapan bahwa poligami sumber masalah di keluarga. Justru (poligami) ini menyelesaikan masalah perzinaan, perselingkuhan, yang semakin marak di masyarakat Indonesia,” kata Diki di Mojokerto, Senin, 20 April 2015.
Dikatakan Diki Alhamsulillah Kongres menghasilkan satu keputusan, yakni nama organisasi yang disebut Jamaah Taadud Sakinah. KH Jafar Shodiq ditetapkan sebagai Ketua Umum dan KH Imam Mawardi, KH Dr Diya’udin Quswandi serta KH Syaiful Islam dipilih sebagai Dewan Penasihat.
Sekretaris Jenderal Jamaah Taadud Sakinah, Fakhrudin Rusyibani, mengatakan bahwa Kongres juga menghasilkan 23 pengurus pusat meski belum berbadan hukum. Menurutnya, Jamaah Taadud Sakinah sebagai wadah pergerakan ratusan anggotanya yang tersebar di 27 daerah di Indonesia.
“Misi kami menjelaskan kepada masyarakat bahwa poligami dicontohkan para Rasul dan para sahabat. Namun saat ini menjadi salah persepsi. Akan kami adakan kegiatan di setiap kota berupa seminar dan pengajian. Kami juga akan mulai aktif membuat brosur dan buku,” kata Fakhrudin.
Jamaah Taadud Sakinah sekaligus mendesak pemerintah agar memudahkan proses poligami. Selama ini pemerintah terkesan mempersulit izin poligami meski istri pertama mengizinkan.
Dampaknya, kata Fakhrudin, pelaku poligami memilih nikah siri dengan istri mudanya. Hal itu berakibat pada tidak jelasnya status anak hasil perkawinan siri di mata negara. Anak mereka tidak bisa memiliki akta kelahiran karena orang tuanya tak punya akta nikah.(VV/NHO)





