Palembang.Newshanter.com. Mengejutkan, hari ini terjadi penambahan pasien positif terjangkit Coronavirus Covid-19 se-Sumatera Selatan sebanyak 51 orang, dari Kota Palembang terbanyak berjumlah 23 orang. Pengamat Pemberitaan Covid-19 Indonesia, Ocktap Riadi, menyesalkan penanganan oleh Pemerintah Kota Palembang terkesan lamban sehingga warga yang terpapar Covid-19 bertambah banyak.
“Waduh, gawat kalau penambahan tambah banyak. Pemerintah Kota Palembang seharusnya lebih giat lagi, Walikota jangan terkesan berdiam diri, mobile dong.. Datangi tempat-tempat keramaian, datangi pasar tradisional, cek sudah ada penanganan dengan standar Covid-19 atau belum,” kata Ocktap berapi-api.
Pria yang menjabat Ketua Bidang Advokasi/Pembelaan Wartawan PWI Pusat itu memberi saran, agar pasar-pasar tradisional disemprot secara rutin. Petugas standby di pintu-pintu masuk pasar. Siapkan hand sanitizer dan sosialisasi secara rutin pemakaian masker dan jaga jarak fisik (physical distancing),oktaf juga menambahkan saat ini yang di butuhkan adalah kerja tepat dan kerja cepat,” kata Ocktap.
Selain itu, di setiap pasar perlu kiranya di adakan Rapid Test. “Sebaiknya diadakan Rapid Test dan alat pengecekan suhu tubuh. Bila suhu tubuh 37 derajat celcius langsung diisolasi, apalagi kalau sudah 38 derajat celcius. Pemkot bisa bekerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit agar dilakukan pengecekan secara massif,” kata mantan Ketua PWI Sumsel itu.
“Langkah yang sudah di lakukan pemerintah provinsi sudah cukup baik, dan tentunya harus di barengi oleh langkah yang di lakukan oleh pemerintah kota Palembang, bekerja samalah dalam melakukan penekanan angka penularan covid ini,jangan sekali kali penyakit ini di jadikan ajang untuk pencitraan” pesan tegas dewan redaksi Newshanter.com ini Sabtu (09/05/2020) sore.
Ocktap mencontohkan, di beberapa daerah di Tanah Air banyak pasar ditutup karena pedagang pasar banyak yang terkena Covid-19, contoh di Bojonegoro, Kota Padang, dan Surabaya. “Jangan sampai ini terjadi di Kota Palembang. Sebab, salah satu tempat keramaian dan berkerumun sekarang ‘kan di pasar. Tapi, pasarnya tidak bisa ditutup, karena di sanalah tempat orang membeli kebutuhan hidup sehari-hari.
Untuk pemutusan mata rantai penyebaran Coronavirus Covid-19 di pasar-pasar, Walikota bersama Satgas sebaiknya segera menyisir pasar dengan cara menyiapkan alat Rapid Test, pengecekan suhu tubuh, penanganan standar Covid-19. Coba lihat pasar-pasar tradisional kita, terutama waktu subuh, pagi, dan sore jelang berbuka, masih ramai seperti biasa tapi tidak kelihatan penanganan Covid-19 secara terstruktur dan massif,” ujar Ocktap panjang lebar.
Selain itu, pengusulan status PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kota Palembang dan Kota Prabumulih yang sampai hari ini belum ada informasi disetujui atau tidak, namun warga sudah mulai bertanya-tanya, apakah ada bantuan Sembako yang merata, terutama warga yang terkena dampak Covid-19 menjadi miskin baru. Itu juga belum didapat informasi yang akurat.
“Sebaiknya Walikota mobile berkeliling Kota Palembang, cek langsung tempat-tempat keramaian dan berdiskusi dengan warga. Bagaimana mereka merasakan kondisi sulit saat ini. Tidak hanya mengandalkan informasi dari tim, atau mengandalkan bantuan yang telah disalurkan oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi. Siapa yang berhak mendapatkan bantuan, datanya harus transparan dan diumumkan ke publik,” kata mantan ketua pwi sumsel ini(tim)





