Keberadaan Wisma Lily di Duga Tempat Ajang Mesum, Ini Kata Lurah Sorek Satu

PELALAWAN, NEWSHANTER.com – Adanya informasi dari warga Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras terkait keberadaan Wisma Lily diduga kerap dijadikan tempat ajang mesum, Lurah Sorek Satu Ridawati Erma M.Si, angkat bicara.

Hal ini disampaikannya ketika media ini menghubungi melalui telepon seluler pribadinya, Saptu (19/9/2020) di Kelurahan Sorek Satu.

“Sebenarnya kita sudah lama mendapatkan informasi tersebut. Tapi sayang, kita belum mendapatkan bukti,” ujarnya.

Menurutnya, pihak kelurahan sangat menyayangkan informasi meresahkan warga ini, karena meskipun pihak Wisma Lily mendapatkan izin. Namun begitu beroperasi tetaplah sesui aturan dengan menjalankan norma-norma yang ada.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dengan berkoordinasi dulu dengan pihak terkait.

“Jika benar, bila perlu kita tutup,” tegasnya.

Berita sebelumnya, Keberadaan Wisma Lily yang berada di Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan Riau ternyata sudah lama meresahkan warga setempat. Pasalnya, wisma tersebut dinilai kerap dijadikan ajang mesum

Seorang warga setempat yang tidak ingin dipublikasikan namanya mengeluhkan karena Wisma tersebut diduga sering dipakai buat maksiat. Sebab tak jarang pasangan pria dan wanita yang diragukan statusnya menginap. “Saya yakin itu pasangan mesum, sebab tidak mungkin kalau pasangan suami istri ke hotel. Lagi pula banyak pasangan usia muda,” ujarnya kepada newshanter.com, beberapa hari yang lalu.

Hasil penelusuran newshanter.com, Minggu (13/9/2020) Pukul 15.00 WIB, Wisma yang terdiri dari beberapa kamar tersebut. Ternyata benar, awak media menemukan pasangan yang bukan suami istri sedang berada di dalam kamar yang hendak menginap.

Saat media ini mencoba bertanya kepada Resepsionis apakah boleh membawa pasangan, pegawai resepsionis mengaku saat memesan kamar, kita memang tidak meminta kepada pengguna kamar untuk melampirkan buku nikah.

“Ya, saat tamu yang ingin memesan kamar kita memang tidak melakukan pengecekan. Apakah mereka pasangan suami istri. Karena kita tidak meminta tamu untuk melampirkan buku nikah,” ujarnya.***(ang).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *