Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira S.I.K, M.H, Diduga Alergi dengan Wartawan

Kampar newshanter.com – Terkait dengan adanya laporan Kepala Desa Siabu, Kecamatan Salo yang dilaporkan oleh Robinson Tambunan bulan Oktober 2017 lalu ke Unit Tipikor Polres Kampar hingga saat ini belum ada  proses tindak lanjutnya.

Kemudian Robinson mengatakan kepada awak media di kantor DPC GWI Kabupaten Kampar,  Jl. Sisingamangaraja Bangkinang Kota pada hari Rabu sore (25/07/2018), bahwa laporannya tersebut diduga “masuk angin”.

Pasalnya Robinson selama ini sudah sering kordinasi dengan Kanit Tipikor dan Kasat Reskrim Polres Kampar, namun sampai saat ini tidak membuahkan hasil. Sebab sebelumnya Robinson sudah pernah menghubungi Kasat Reskrim Polres Kampar melalui telepon selulernya, namun Kasat Reskrim mengarakan supaya kordinasi dengan Alber Sitompul Kanit Tipikor Polres Kampar.

Kemudian beberapa minggu yang lalu Robinson Tambunan mendatangi ruangan Kanit IV Tipikor Polres Kampar, dan menjumpai langsung dengan Alber Sitompul Kanit Tipikor IV Polres Kampar. Saat dikonfirmasi oleh Robinson Tambunan mengenai tindaklanjut kasus tersebut, Alber Sitompul mengatakan bahwa sedang menunggu proses dari Dinas Ispektorat Kab. Kampar. “Kita tunggulah dulu satu minggu lagi ya lae hasilnya dari  dinas ispektorat,” kata Alber.

Namun hingga saat ini belum ada proses tindaklanjutnya, dan Robinson telah menghubungi Alber Sitompul melalui telepon selulernya namun tidak ada jawaban.

Selanjutnya Robinson mencoba mendatangi ruangan Kapolres Kampar untuk konfirmasi, namun setelah beberapa kali Robinson mendatangi  Mapolres Kampar tidak pernah jumpa dengan Kapolres dan selalu tidak ada di kantor.

Karena merasa kasus tersebut menggantung, ketua DPC GWI Kab. Kampar, Robinson Tambunan menilai Kapolres Kampar tidak kooperatif dengan Insan Pers. Tidak seperti Kapolres Kampar sebelum – sebelumnya. “Yang mana Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira, S.I.K, M.H, selama beliau menjabat sebagai Kapolres Kampar tidak adalagi kegiatan Pres Rilis maupun Coffe Morning. Paling tidak jika media membutuhkan konfirmasi ada tanggapan dari Kapolres, namun sekarang ini sangat sulit untuk mendapat konfirmasi maupun informasi dari Kapolres,” terang Robinson.

Lebihlanjut Robinson mengatakan, kegiatan Program 100 Hari kerja Polri di polres Kampar itu tidak jalan.

Selain itu saat kami bermaksud untuk konfirmasi dengan Kapolres Kampar terkait maraknya illegal loging di aliran sungai Subayang, bahkan kini telah ramai diberitakan di televisi Riau, Kapolres tidak ada di tempat, ajudannya mengatakan bahwa kapolres sedang rapat. Ketika dihubungi via pesan Whatsapp pun tidak ada respon sama sekali. Dari hal tersebut Kapolres Kampar diduga alergi dengan wartawan dan tidak mau menjalin kerjasama yang baik dengan media.

Terakhir Robinson Tambunan berharap, “semoga kedepan khususnya di Kabupaten Kampar, agar insan Pers dan Polri maupun TNI itu  bersinergi dan bermitra dengan baik,” ujarnya.

Sumber : medianasional.id

Era

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *