INDERALAYA.Newshanter.Com — Diduga dilatarbelakangi masalah dendam, Kepala Desa (Kades) Muara Penimbung Ulu Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), berinisial Romadhon (40), duel sengit dengan warganya bernama Andi Saputra (31).
Akibat perkelahian antara kades dan warganya itu mengakibatkan keduanya terkapar bersimbah darah, dengan tubuh dipenuhi luka tusuk dan bacokan di sekujur tubuh.
Kades Romadhon terpaksa dilarikan menuju ke RSMH Palembang guna diberikan perawatan medis lantaran mengalami luka robek di kepala, lengan kiri, punggung sebelah kanan, serta luka sayatan pada bagian telapak sebelah kanan.
Sedangkan, Andi Saputra mengalami luka tusuk sepanjang 36 jahitan pada bagian luar dan dalam tepatnya di pinggang sebelah kiri, dan luka sayatan pada bagian telapan tangan kanan dan kiri.
Kini, Kades dan warganya tersebut masih menjalani perawatan medis di RSUD OI Tanjung Senai Inderalaya dan RSMH Palembang.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa berdarah itu berawal ketika, Rabu (16/9/2015) pukul 11.00, Andi Saputra dengan sepeda motor mendatangi rumah Kades Romadhon yang berjarak tak begitu jauh dari rumahnya.
Kedatangan Andi tersebut, guna menanyakan perihal putra sulungnya bernama Aldo (4) yang tiba-tiba diberhentikan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) oleh Kades Romadhon selaku pemilik TK/TPA di Desa Muara Penimbung Ulu Kecamatan Inderalaya Kabupaten OI.
Entah mengapa, menurut keterangan Andi Saputra saat di rawat di RSUD OI, tiba-tiba Romadhon menjawab dengan pernyataan yang kurang enak didengar olehnya.
“Aku tu betanyo, ngapo anak aku tibo-tibo diberhentike sekolah. Dio jawab, ujinyo itu hak aku. Kareno, sekolah itu punyo aku,” ujar Andi menirukan ucapan Kades Romadon pada saat itu. Kemudian, antara Romadon dan Andi sempat terlibat pertengkaran dari dalam rumah Romadon.
Lalu, disaat Andi Saputra keluar dari dalam rumah Romadhon, perkelahian itu masih terjadi hingga berujung penusukan pada bagian pinggang kiri Andi Saputra yang diduga dilakukan oleh oknum Kades Muara Penimbung Ulu tersebut.
Tak sampai disitu saja, Andi Saputra langsung membalas dengan sebilah pisau yang sebelumnya diselipkannya pada bagian pinggang.
Akibat duel maut itu, kedua kades dan warganya sama-sama tersungkur bersimbah darah. Kapolres OI AKBP Denny Y Putro didampingi Kasat Reskrim AKP Dhafid Shiddiq bersama Kanit Pidum IPDA Marwan membenarkan telah terjadinya peristiwa itu.
“Hingga saat ini, masih dalam penyelidikkan alias belum ada tersangka dan korbannya. Karena, antara Kades dan warga itu, sama-sama melapor,” kata Kanit Pidim Ipda Marwan, Kamis (17/9/2015) usai menjenguk Andi Saputra di RSUD OI Tanjung Senai Inderalaya.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diingingkan, pihaknya telah menyebar personil berpakaian preman.
keadaan kondisif. Kendati begitu, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, kita telah menyebarkan anggota berpakaian preman. Mereka berjaga-jaga baik di Desa Muara Penimbung maupun di RSUD OI Tanjung Senai Inderalaya,” terangnya.(SP/NHO)





