Jenazah Angeline Dimakamkan Malam Hari , Di hantar Ribuan Pelayat

dimakamkanangeline5Banyuangi.Newshantar.comm-Jenazah Angeline (8), dibawa ke rumah orangtua kandungnya di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 16 Juni 2015. Akhirnya Selasa malam di kampung halaman orang tuanya, di Dusun Wadungpal, RT 5 RW 3, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Jenazah Angeline begitu sampaidisambut ribuan masyarakat setempat. Mereka berusaha untuk membantu membawa peti bocah malang tersebut. Masyarakat tampak berduka.

Orangtua kandung Angeline, Hamidah dan Rosidi tampak bersedih. Mereka harus dipapah karena syok dan terpukul.Jenazah Angeline langsung dimakamkan di TPU Tulungrejo Selasa malam. Sebelumnya, jenazah disalatkan di musjala dekat rumah orangtua Angeline.Hadir Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam pemakaman Angeline. Khofifah tak kuasa menahan sedih. Beberapa pejabat daerah juga menghadiri prosesi pemakaman Angeline.

Jenazah Angelina diberangkat dari Rumah Sakit Sanglah Bali, jenazah diangkut ambulans Ikawangi Dewata lewat perjalanan darat. Bupati Banyuwangi Abdulllah Azwar Anas datang langsung ke RS Sanglah untuk menerima penyerahan jenazah dari pihak kepolisian.

Usai diserahkan, jenazah diangkut ambulans dan iring-iringan mobil pengantar menuju Banyuwangi. Jenazah diberangkatkan dari RS Sanglah pukul 15.40 WITA dengan diiringi takbir dan tahlil. Tangis kedua orang tua Angeline dan ratusan warga mendadak pecah ketika peti jenazah dinaikkan ke ambulans. “Setelah sempat tertunda, jenazah Angeline akhirnya bisa dipulangkan ke rumah ibu kandungnya di Glenmore,” ujar Ketua Ikawangi Dewata Bambang Sutiono kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Pengawalan patwal yang begitu ketat mempercepat perjalanan pemulangan jenazah. Setelah menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang, mobil ambulans jenazah langsung melesat menuju Desa Tulungrejo, tempat pemakaman jenazah. Tepat pukul 19.30 jenazah tiba di rumah duka.

Di sana sudah menunggu ribuan warga yang akan mengantarkan jenazah Angeline. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Bupati Abdullah Azwar Anas, anggota DPD Emilia Contessa, dan Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama sudah menunggu kedatangan jenazah. Isak tangis kembali pecah saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans. Selanjutnya, jenazah disalatkan di musala. Usai disalatkan, jenazah dibawa ke pemakaman lalu dimasukkan ke liang lahat.

Pantauan Radar Banyuwangi (Jawa Pos Group) sejak sore, musala Usman bin Affan di kompleks Pesantren Alhidayah yang berada di sisi timur rumah Angeline penuh sesak lautan manusia. Warga dan para pelayat sejak sore telah menantikan kedatangan rombongan mobil pembawa peti jenazah.

Banyaknya warga yang menunggu itu hingga menyebabkan ambulans yang membawa jenazah bocah tak berdosa itu mengalami kesulitan saat akan menurunkan peti jenazah.Sebelum disalatkan di musala, peti jenazah terlebih dahulu dibawa ke depan rumah nenek Angeline untuk diserahterimakan.

Para tetangga juga menyatakan lega setelah jenazah itu tiba di rumah. “Lega, syukur sudah tiba,” ucap Endang Susilawati, 26, warga setempat. Mereka juga berharap kasus tersebut diusut tuntas dan para pelaku dihukum setimpl. “Semestinya hukuman seberatnya, keluarga sudah sangat kehilangan,” harapnya.

Suasana penyerahan jenazah diirngi suara tahlil dan isak tagis warga. Penyerahan dilakukan kepada kepala desa Tulungrejo Sebagai perwakilan keluarga. Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Anas menyampaikan rasa duka yang mendalam baik secara pribadi maupun atas naman pemerintah. Dia juga menyatakan Angeline merupakan simbol pahlawan anak. “Saya kira Angeline menjadi pahlawan anak seusianya,” kata Anas.

Anas berharap Angeline mendaat ampunan di isi Tuhan Yang Maha Kuasa. “Semoga Angeline menjadi orang yang diampuni dosanya oleh Allah SWT,” harapnya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Anas menyampaikan bahwa komitmen pemerintah daerah untuk membantu pendidikan saudara kandung Angeline hingga perguruan tinggi. “Biaya sekolahnya ditanggung pemerintah daerah,” terangnya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga menyatakan rasa duka yang mendalam atas kejadian ini. “Hari ini kita semua berduka,” ucapnya. Usai penyerahan, warga yang berkerumun kemudian ikut menyalatkan jenazah Angeline di musala Usman Bin Affan.

SD 12 Akhiri Masa Berkabung

Dengan dimakamkan jenazah Angeline di kampung halaman ibu kandungnya.Di Denpsar Bali, Kepala SD 12 Sanur Denpasar Ketut Ruta mengungkapkan, sebelummnya memang pihaknya telah menetapkan masa berkabung di sekolah. Masa berkabung ditetapkan pihak sekolah sejak Rabu 10 Juni 2015 .

“Dengan selesainya semua proses pengurusan di rumah sakit, maka setelah jenazah Angeline dikubur, masa berkabung di sekolah sudah berakhir,” papar Ketut Ruta, seperti dikutip okezen.com.

Sebelumnya, pihaknya telah menggelar prosesi upacara dengan cara agama Hindu terhadap jasad Angeline, dengan upacara ‘Ngulapin’ dan ‘Mepamit’ di rumahnya, Jalan Sedap Malam 26 Denpasar.

Selanjutnya lewat prosesi itu, diyakini arwah Angeline dipersatukan dengan jasadnya agar bisa pergi lebih tenang. “Kami menggelar upacara untuk mengantarkan arwah dan jasadnya agar bersatu, sehingga bisa diterima Tuhan,” imbuhnya.

Setelah itu, rencananya pihak sekolah akan sekali lagi menggelar upacara terakhir untuk mendoakan Angeline. Hanya saja, belum diketahui kapan upacara itu akan digelar.

Menariknya, meski sesuai akta hak asuh oleh ibu angkatnya, Margriet Megawe itu, Angeline diketahui beragama Kristen, namun tetap dilaksanakan prosesi dan doa dengan dua agama baik, secara Islam saat penguburan dan secara Hindu saat melepas jasad Angeline.

“Saya kira semua tujuan doa sama untuk yang terbaik, mendoakan agar Angeline dapat beristirahat dengan tenang di sana dan diterima Tuhan,” tambah Ketut Ruta lagi.

Kematian Angeline memang membuat syok guru-guru dan teman-teman di sekolahnya. Apalagi, sebelumnya mereka saat menggelar persembahyangan dengan guru dan orangtua murid, sempat mendapat petunjuk paranormal, bahwa Angeline masih hidup.

Kini, dengan kenyataan tragis menimpa bocah manis itu, pihaknya hanya bia berharap agar aparat penegak hukum bekerja menuntaskan kasusnya. “Kami berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya. Apalagi, ibu angkatnya dalam wawancara di televisi, membela diri seperti orang yang tidak bersalah,” tandasnya.(BB/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *