Iwan Piliang Sebut Pilkada Serentak Dikuasai Taipan

Iwan-Piliang/foto net

Jakarta.Newshanter.com. — Penetapan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat dari Partai Golkar ditanggapi serius oleh Pengamat Politik, Iwan Piliang.

Dirinya menyebut jika keputusan tersebut membuktikan besarnya kekuasaan Taipan, jaringan pengusaha raksasa dalam politik Indonesia saat ini.

Pria yang bernama lengkap Narliswandi Piliang itu mengacuhkan keputusan yang berdampak pada gugurnya Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi lewat dukungan Partai Golkar saat ini, dirinya justru menyoroti status Golkar yang berkoalisi dengan partai pemenang Pilpres 2014, yakni PDIP, Nasdem, PKB dan Hanura.

“Taipan dan jaringannya ada dibalik semuanya. Lewat Nasdem yang kita ketahui dimiliki oleh Tommy Winata, Jan Darmais, Frankie Tatun dan Surya Paloh itu, memilih Ridwan Kamil sebagai Cagub Jabar. Karena apa? Berderet kepentingan bisnis kelompok Lippo, Meikarta, Sinarmas Land yang juga bisnis grup Tommy Winata bersama Aguan CS,” ungkapnya dalam siaran tertulis pada Jumat (27/10/2017).

Koalisi itu lanjutnya, tidak hanya berpengaruh pada Pilkada Jawa Barat semata, tetapi Pilkada serentak pada tahun 2018 mendatang.

Partai Koalisi itu katanya akan menguasai Pilkada se-Nusantara untuk memuluskan kepentingan pemerintahan Jokowi saat ini.

“Jadi semua wilayah akan dikuasai, kecuali Jawa Timur, koalisi akan kalah walaupun wilayah itu adalah poros PDIP. Koalisi ini nantinya akan melawan Partai Oposisi Perppu kemarin (Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat) di Pilkada serentak, Gerindra, PAN dan PKS. Semuanya akan menjatuhkan ketiga Partai itu, tujuannya apa? Melanjutkan mega proyek melebarkan gurita Taipan,” tutupnya.

Seperti dikutip dalam halaman Kompas.com pada Jumat (27/10/2017), penetapan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham dalam konferensi pers seusai rapat di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (27/10/2017).

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang telah ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto beberapa waktu lalu.

Namun, diakuinya belum diumumkan secara terbuka hingga saat ini.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan fenomena munculnya Surat Rekomendasi Palsu yang menyatakan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien Sebagai Cagub dan Cawagub yang diusung Partai Golkar pada Selasa, 26 September 2017 lalu.

Kala itu, Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid menegaskan jika surat tersebut palsu, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi terhadap siapa pun, terlebih Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto tengah sakit dan dirawat di rumah sakit. (WK/01)

Iwan Piliang dan Zainal Piliang (Pemred News Hunter)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *