Palembang, newshanter.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini diwakilkan oleh Pelaksana Tugas (PLT) Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel Rosidin Hasan menghadiri dan membuka langsung kegiatan lokakarya dan diskusi terpumpun untuk menandai dimulainya proyek Suistanable Landscapes for Climate Resillent Livelihoods in Indonesia (Land4Lives).
Dimana kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) provinsi Sumsel dan bekerjasama dengan World Agroforestry (ICRAF) Indonesia, demikian diutarakan Rosidin saat ditemui usai pembukaan.
Dikatakan Rosidin, pertama kita provinsi Sumsel ucapkan terima kasih terhadap yang sudah memilih provinsi Sumsel sebagai yang mendapatkan bantuan terkait dengan nitigasi dan intigasi iklim diprovinsi Sumsel.
“Tentunya menjadi penting, karena kita tahu bahwa provinsi Sumsel adalah kawasan yang memang memiliki lahan yang sangat luas, dan juga bisa banyak gambut,” ujarnya.
Kemudian, ketika INCRAF masuk kesini, dan memitigasi ini, maka semakin memudahkan bagi provinsi Sumsel dan kabupaten/kota khususnya daerah-daerah yang ada gambut itu untuk pada akhirnya kita memitigasi sebaik mungkin, sehingga kebakaran kedepan tidak akan terjadi lagi.
“Dengan nitigasi ini kita juga mengharapkan keterlibatan masyarakat dalam hal ini masyarakat penghuni didaerah-daerah yang tidak jauh dari gambut tersebut,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, karena memang mereka sangat memahaminya, sehingga mereka tetap produktif kapan mereka harus menanam sesuatu baik itu Palawija, dan lain sebagainya.
Kapan mereka tidak menanam, karena sudah ada intigasi yang mungkin dilakukan oleh kawan-kawan disini.
“Tentunya juga terima kasih kepada INCRAF, yang telah mengajak seluruh Perguruan Tinggi yang pada akhirnya nanti akan berkontribusi bagi kita semuanya, terkait dengan solusi apa yang harus dilakukan,” katanya.
Direktur ICRAF Pusat Dr Sonya Dewi, bahwa Land4Lives ini sendiri merupakan proyek kerja sama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan didanai oleh Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC), yang bertujuan untuk memperbaiki tata kelola bentang lahan dan memperkuat penghidupan berketahanan iklim khususnya untuk masyarakat rentan, perempuan dan anak-anak perempuan di Indonesia.
“Untuk di provinsi Sumsel sendiri, Land4Lives akan bekerja di dua wilayah yabg fokus, yakni di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KHG) Lalan Mendis dan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Saleh – Sugihan,” bebernya.
Begitu juga disampaikan oleh Kepala Bappeda Sumsel Dr. Ir. Firmansyah, MSc, kita tentang perubahan iklim menjadi fokus Bappeda yang merupakan program daripada Gubernur Sumsel H Herman Deru termasuk juga misi dan visi untuk perbaikan kualitas lingkungan hidup.
Kami disini sangat menyambut baik sekali dari INCRAF yang telah memilih provinsi Sumsel menjadi Lokus untuk mencoba dan membimbing masyarakat-masyarakat Sumsel ini.
“Bagaimana untuk memitigasi akibat perubahan iklim yang sudah terjadi saat ini,” jelasnya.
Ditambahkannya, INCRAF ini sebenarnya mereka sudah lama, tapi sebelumnya mereka memakai baju lama, sekarang ini INCRAF sudah beda nama bukan melalui INCRAF.
Mereka mengadakan edukasi kepada masyarakat untuk memitigasi lingkungan diprovinsi Sumsel. Sebenar bukan berkoordinasi, tetapi mereka sendiri yang melakukan penilaian.
“Kita sangat bersyukur sekali, bahwa provinsi Sumsel menjadi terpilih bagi mereka, mungkin bagi mereka tempat ini sangat cocok, baik dari segi wilayah, kondisi ekosistem, dan masyarakatnya,” tegasnya.(ton)





