HPI 2026, Umi Kulsum Lantunkan Suara “Ibu”

HPI 2026, Umi Kulsum Lantunkan Suara “Ibu”

“Kaulah gua teduh

tempatku bertapa

bersamamu sekian lama

Kaulah kawah

dari mana aku meluncur

dengan perkasa…”

Penggalan bait puisi tersebut yang berjudul “Ibu” dibacakan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr Umi Kulsum S.S, M.Hum, pada perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Anjungan Kampar, Bandar Serai, Kota Pekanbaru, Jumat (17/07/2026) lalu.

Suara lirih yang terlepas dari mulut mantan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur ini ketika menyebut judul “Ibu” dan melanjutkan kata demi kata puisi karya Mustafa Bisri, memecah riuh kecil suara-suara di Anjungan Kampar.

Terdengar lembut, syahdu dan berkharismatik, lantunan mantan kepala kantor Balai Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT) ini cukup membuat puluhan pembaca puisi lainnya yang hadir terkesima.

Pada peringatan HPI 2026 yang diprakarsai Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting itu, tidak hanya dihadiri penyair, tetapi juga para pejabat di lingkungan provinsi Riau, anggota DPRD, pimpinan komunitas dan organisasi kemasyarakatan, dosen, mahasiswa, guru, pelajar, bahkan penyair dari Jakarta.

Sejak HPI dideklarasikan di Riau akhir tahun 2012 oleh puluhan penyair, dikemukakan oleh Kazzani Ks dalam sambutannya mewakili panitia penyelenggara, Rumah Sunting selalu menjadi penggerak pelaksanaan perayaan HPI di Riau dalam setiap tahunnya. Ia menegaskan harapannya agar HPI terus bergema di Riau.

‘’Hari Puisi Indonesia penting bagi Riau, karena Riau termasuk penggagas dan menjadi tempat deklarasi,’’ ujarnya.

Kazzani melanjutkan bahwa sepanjang tahun itu pula Ia menyaksikan bagaimana Hari Puisi Indonesia di Riau dirayakan dengan meriah dan dihadiri berbagai penyair baik lokal, nasional, maupun internasional.

‘’Kita tahu Rumah Sunting adalah penggerak dan pelaksana perayaan HPI di Riau dengan didukung banyak pihak. Tidak hanya di Kota Pekanbaru, tapi sampai ke desa-desa di kabupaten kota di Riau. Semoga setiap tahun kita bisa merayakan HPI, juga sebagai jalan bersilaturahmi. HPI Lahir di Riau dan harus tumbuh terus di Riau,’’ lanjut Kazzaini.

Kegiatan ini juga dihadiri inisiator HPI, Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi. Dalam sambutannya, Datuk Rida mengatakan bahwa HPI ada karena ada Riau.

‘’HPI ada karena Riau. Kalau tidak ada Riau, tidak akan ada HPI. Maka sudah semestinya kita menjaga api semangat dan gelora kebesaran HPI secara bersama-sama. Rayakan setiap tahun,’’ kata Datuk.

Pelaksanaan HPI tahun 2026 dilaksanakan dengan sederhana tapi penuh khidmat. Puisi-puisi dibacakan di ruang setengah terbuka secara bergantian sambil menyeruput kopi dan rebusan ala kadarnya. Dihadiri banyak penyair. Puisi dibacakan mulai dari anak TK, remaja, dewasa hingga para senior. Selain itu digelar juga pemutaran video sejarah HPI.

Founder KSB Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, menjelaskan perayaan HPI tahun ini sengaja dilaksanakan lebih awal dengan harapan bisa memancing semangat penyair dan komunitas sastra lainnya di kabupaten kota di Riau, bahkan seluruh provinsi di Indonesia untuk turut merayakannya.

‘’HPI memang dirayakan setiap tanggal 26 Juli, tapi tahun ini kami melaksanakannya lebih awal. Ya, semoga kawan-kawan penyair dan komunitas lain di seluruh Indonesia bisa turut merayakannya. Semakin banyak yang merayakan Hari Puisi, semakin puisi merakyat, semakin puisi dicintai masyarakat luas,’’ jelas Kunni yang juga ketua Perempuan Penyair Indonesia (PPI)

Nama-nama penyair dan pembaca puisi di perayaan HPI tahun 2026 di Kota Pekanbaru:

1. A Aris Abeba (Tok Tan)

2. Fakhrunnas MA Jabbar

3. Husnu Abadi

4. Hang Kafrawi

5. Jefry Al Malay (Ketua Dewan Kesenian Riau)

6. Kazzaini Ks

7. Kunni Masrohanti

8. Mulyati Umar (Pimpinan TBM Mentari Sago)

9. Rida K Liamsi

10. Taufik Ikram Jamil (Ketua Lembaga Adat Melayu Riau)

11. Syafruddin Saleh Sei Gergaji

12. Willy Ana (Jakarta)

13. Dodi Irawan (Penulis/Anggota DPR Riau Fraksi PAN)

14. Kristanto Januardi S.S, MM (Kepala BPKebudayaan Riau)

15. Dr Umi Kulsum S.S, M.Hum (Kepala Balai Bahasa Riau)

16. Fachri Yasin

17. Sri Mekka (Permaisuri Kerajaan Rokan)

18. Dang Mawar (Sanggar Matan)

19. Azhar Gulthom (Riau Sastra)

20. Wahyu Oktafiani (Duta Baca Riau 2025)

21. Dini Novira (Duta Bahasa 2025)

22. Abdul Hapiz AR (Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kota Pekanbaru)

23. Siti Zubaidah (Forum Lingkar Pena Riau)

24. Alya Sapri Nayla (SMPN 50 Pekanbaru)

25. Cak Winda (Text Art) (Galeri Hang Nadim)

26. Muhammad Asqalani Eneste, Eko Ragil, Lailywati, Kasih Putri Pane, (Komunnitas Pena Terbang/Competer)

27. Muhammad Tegar, Nyi Ayu Siti Julaiha (TBM Cahaya Rumah)

28. Alif Israqi, Revi Maulana Setiawan,Nawaitu Fliora Linchpin (Ekskul Sastra Al Huda Feat TBM Cahaya Rumah)

29. Khori dan Afdalul Fahri (SMPN 13 Pekanbaru).

(rie-kys)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *