Aceh.Newshanter.com Hingga pukul 23.07 WIB, gempa susulan masih terjadi di Kabupaten Pidie Jaya.G empa tektonik itu yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat warga lari keluar rumah. Sehingga warga Pidie Jaya merasa tidak nyaman dengan gempa susulan tersebut. Sejak tadi siang gempa susulan telah terjadi beberap kali. Sehingga ada warga yang trauma tidak berani pulang ke rumah.
Warga memilih tidur di sarana ibadah seperti masjid dan meunasah. Bahkan, ada warga yang memilih bergadang. Imam Meunasah Gampong Kota Meureudu, Tgk H Yusri Abdullah, kepada Serambinews.com, tadi malam, mengatakan gempa susulan masih dirasakan warga Pidie Jaya. Warga langsung ke luar rumah saat gempa susulan terjadi. Masyarakat tidak panik dengan gempa tersebut.
Hingga pukul 17.00 WIB Rabu (7/12/2016) petang, jumlah korban jiwa akibat gempa di Kabupaten Pidie Jaya dinyatakan sebanyak 96 jiwa.Sementara korban luka berat mencapai 125 orang dan luka ringan sebanyak 411 orang.
Wakil Bupati Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE MSI, kepada wartawan, Rabu (7/12/2016) mengatakan, hingga pukul 17.00 WIB jumlah korban jiwa berdasarkan data sementara telah mencapai 91 orang serta 536 warga mengalami luka berat.”Kecamatan Trienggadeng 23 orang, Mereudu 20 orang, Bandar Dua 36 orang, dan Bandarbaru 2 orang,” sebutnya. Sementara hasil evakuasi korban reruntuhan di pusat pasar Kota Meureudu hingga petang hari baru delapan orang yang telah selesai selebihnya, diperkirakan 15 orang lagi dalam proses.
Umumnya mereka itu adalah rombongan antar Linto Baro dari Padang, Sumtera Barat dan Banda Aceh yang menginap di Ruko pusat pasar Kota Meureudu.Sementara data kerusakan ruko di Kecamatan Meureudu sebanyak 41 unit, Trienggadeng 26 unit, Bandar Dua 20 unit, Bandarbaru 16 unit , dan Meurah Dua 2 unit. “Total sementar 105 unit toko,” jelasnya. (Serambinews)








