Dinkes Lima Puluh Kota Fokuskan Pencegahan, 22 Puskesmas Layani Skrining Kesehatan Gratis

Dinkes Lima Puluh Kota Fokuskan Pencegahan, 22 Puskesmas Layani Skrining Kesehatan Gratis

Sarilamak, newshanter.com – Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membuat terobosan dalam pelayanan kesehatan dengan meluncurkan program Deteksi Dini Terpadu. Program ini menjadikan seluruh Puskesmas di wilayah tersebut sebagai pusat skrining kesehatan preventif, bukan hanya tempat pengobatan bagi masyarakat yang sudah sakit.

Peluncuran program tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, Wilda Reflita, sebagai respons atas meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) yang kerap terlambat terdeteksi di tengah masyarakat.

“Pola pelayanan kesehatan harus bergeser. Jangan menunggu sakit baru berobat. Pencegahan dan deteksi dini jauh lebih efektif,” ujar Wilda, Rabu (7/1/2026).

Program Inovatif “Kado Sehat Hari Kelahiran”

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah program “Kado Sehat Hari Kelahiran”. Melalui program ini, masyarakat diajak menjadikan momen ulang tahun sebagai pengingat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Kami ingin ulang tahun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan usia, tetapi juga evaluasi kondisi tubuh. Warga yang berulang tahun kami undang datang ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan gratis sebagai bekal kesehatan di usia yang baru,” jelas Wilda.

Layanan Skrining Kesehatan Gratis

Dalam program Deteksi Dini Terpadu ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemeriksaan secara gratis, antara lain:

Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM), meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, dan kolesterol.

Deteksi obesitas, melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar perut.

Skrining kesehatan jiwa, untuk mengetahui tingkat stres dan kondisi mental masyarakat.

Konsultasi gizi, berupa edukasi pola makan sehat sesuai hasil pemeriksaan.

Cegah Beban Penyakit Katastropik

Wilda menegaskan, deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi komplikasi berat yang berdampak besar secara finansial, baik bagi keluarga maupun daerah.

“Penyakit seperti stroke dan gagal ginjal membutuhkan biaya perawatan sangat tinggi. Dengan skrining rutin di Puskesmas, kita bisa memutus risiko itu sejak awal,” katanya.

Dorong Peningkatan Umur Harapan Hidup

Program ini juga menjadi bagian dari roadmap Dinkes Lima Puluh Kota dalam meningkatkan Angka Umur Harapan Hidup (UHH). Melalui fokus pada pencegahan dan deteksi dini, diharapkan angka kematian dini akibat PTM dapat ditekan dan produktivitas masyarakat meningkat.

Dinkes memastikan seluruh 22 Puskesmas di Kabupaten Lima Puluh Kota telah siap menjalankan program ini. Masyarakat cukup membawa KTP atau Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat administrasi, tanpa dipungut biaya apa pun.

Himbauan kepada Masyarakat

Di akhir keterangannya, Wilda mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.

“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jangan menunggu tubuh memberi sinyal sakit. Sehat itu pilihan, dan deteksi dini adalah langkah pertamanya,” pungkasnya.(A/M)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *