Digitalisasi Dasawisma Didorong Jadi Penguat Data Pembangunan Keluarga di Bukittinggi

Digitalisasi Dasawisma Didorong Jadi Penguat Data Pembangunan Keluarga di Bukittinggi

Bukittinggi, newshanter.com – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Hj. Yesi Endriani, SM, mendorong penguatan sistem pendataan Dasawisma melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan reses perorangan masa persidangan ketiga tahun 2026 yang dilaksanakan di Balai Kota Bukittinggi pada 18–24 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat tema Digitalisasi Dasawisma sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendataan dan pemberdayaan keluarga di tingkat masyarakat.

Kegiatan diawali oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Ibu Hj. Ramlan Nurmatias, SM.

Pada sesi pertama, Tati Yasmarni, SE., MM., menyampaikan materi mengenai teknis pengisian data Dasawisma secara manual. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya ketelitian dan akurasi data yang dihimpun kader karena data tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyusunan serta pelaksanaan berbagai program pemberdayaan keluarga.

Selanjutnya, Nova Anggraini, S.Akunt., selaku Kasi PME Kecamatan ABTB, memaparkan materi mengenai digitalisasi Dasawisma. Ia menjelaskan mekanisme input data melalui aplikasi, manfaat digitalisasi dalam mempercepat proses pelaporan, serta berbagai tantangan yang masih dihadapi kader dalam penerapannya di lapangan.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Pokja 4 yang diwakili Elfianti, SKM. Materi difokuskan pada upaya penanganan stunting dan tuberkulosis (TB) di wilayah kerja Dasawisma.

Para kader didorong untuk semakin aktif melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang balita serta membantu melakukan penelusuran dan deteksi awal terhadap kasus TB di lingkungan masing-masing.

Menutup kegiatan, Hj. Yesi Endriani, SM, menyampaikan apresiasi terhadap peran dan kontribusi kader Dasawisma yang selama ini menjadi ujung tombak pendataan serta pemberdayaan masyarakat.

Menurut Yesi, digitalisasi bukan sekadar perubahan dari sistem manual menuju aplikasi, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun sistem pendataan yang lebih cepat, akurat, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Kita ingin data Dasawisma tidak hanya lengkap, tetapi juga cepat dan bisa diakses. Dengan digitalisasi, program-program seperti penurunan stunting dan pencegahan TB bisa lebih tepat sasaran,” ujar Yesi.

Ia berharap kader Dasawisma dapat terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi sehingga proses pendataan di tingkat masyarakat semakin efektif dan mampu memberikan gambaran kondisi keluarga secara lebih akurat.

Kegiatan reses tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperkuat komunikasi antara DPRD Provinsi Sumatera Barat, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, serta kader Dasawisma.

Melalui penguatan pendataan berbasis digital, sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terukur dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.(A/M)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *