Diduga Makan Beras Plastik, Bocah dilarikan ke Rumah Sakit

KORBAN DIRAWAT DI RUMAH SAKIT/ FOTO MEDANSATU

Medan.Newshanter.com, – Seorang Bocah 10 tahun, BS, warga Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Sunggal, korban peredaran beras plastik dilarikan ke RS Sari Mutiara, Jalan Kapten Muslim, Minggu (24/5/2015), setelah beberapa hari dirawat di rumah.Seperti dikutip Medansatu Com,

Bocah ini diketahui mengalami mual-mual dan muntah. Setelah dibawa ibunya, Suryani, ke puskesmas, siswi kelas IV SD tersebut didiagnosa mengalami pembengkakan lambung. Karena kondisinya makin parah, ia lalu dibawa ke RS Sari Mutiara.

Ibunya menduga BS jatuh sakit setelah selama sepekan mengkonsumsi beras plastik. Beras tersebut dibeli ibunya di pasar. Setelah anaknya jatuh sakit, Suryani lalu mencurigai beras yang dibelinya. Beras tersebut memiliki ciri-ciri beras plastik sebagaimana yang disebutkan di mass media.

“Bentuk berasnya lain, tak seperti biasa. Nasinya lengket, kerak nasinya keras seperti plastik. Saat direndam di air, sebagian besar buliran beras itu terapung,” kata Suryani.

Pantauan medansatu.com, BS masih menjalani perawatan intensif. Sejauh ini belum diketahui hasil diagnosa dokter rumah sakit tersebut. Apakah pembengkakan lambung akibat beras plastik tersebut, atau bukan,

IDI Minta Jagan Ada Korban Jatuh

Sebelum di Jakarta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) belum mengetahui secara pasti efek buruk saat beras plastik dimakan. Namun, plastik bukanlah makanan yang bisa dikonsumsi. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya belum tahu persis kandungan beras plastik.

“Saya belum tahu campurannya dan kami masih mencari informasi mengenai itu. Tetapi, plastik kan bukan untuk dimakan,” katanya kepada Republika.

Menurutnya, pemerintah seharusnya mewaspadai makanan yang beredar. Terutama makanan yang diimpor. Sebab, kata dia, beras yang dioplos dengan beras plastik ini masuk ke Tanah Air secara ilegal.

Untuk itu ia meminta pemerintah seyogyanya mampu membebaskan makanan dari dampak buruk. Ia khawatir kejadian serupa bisa terulang di kemudian hari. “Jangan biarkan barang busuk masuk kesini. Nanti kalau ada korban baru teriak-teriak,” ujarnya.

Sebelumnya, beras plastik beredar di pasar tradisional. Seorang warga mendapatkan beras plastik itu setelah membelinya dari pedagang beras di sebuah pasar tradisional di Kota Bekasi, Jawa Barat.(BB/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *