Palembang, NewsHanter.com – Diduga gara-gara berebut lahan pakir, Alex Sebirata (30) ditemukan terkapar bersimbah darah di Pasar Mega Asri, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, korban diduga dibacok dua pelaku dengan menggunakan samurai, Rabu (31/7/2019).
Korban diduga dihabisi Ded yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di kawasan Pasar Mega Asri. Korban tewas di tempat kejadian. Kini kasus tewas Alex ini tengah ditangani Polres Banyuasin, Sumsel.
Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Pinem saat dikonfirmasikan, membenarkan tentang kejadian tersebut dan setelah kejadian korban dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi.
Menurut keterangan diperoleh Newshanter, korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Zaimah (51) setelah mendapat kabar kalau putranya tersebut dalam keadaan terluka parah akibat dianiaya.
Zaimah begitu mendapat informasi tersebut ia langsung mendatangi lokasi kejadian dan menemukan Alex sudah terkapar bersimbah darah dengan sejumlah luka bacok. Kemudiah Zaimah berusaha meminta pertolongan dengan warga sekitar dan mencari kendaraan untuk membawa Alex ke rumah sakit.
Zaimah kepada wartawan di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang, mengatakan sebelum mengetahui anaknya tewas aku sedang menyiapkan untuk jualan pagi. Tapi saat sampai disana (TKP) Alex sudah berlumuran darah, tapi dia masih bernafas dan kejang-kejang,” ujar Zaimah.
Tapi belum sempat korban dibawa ke rumah sakit, “Waktu cari mobil Alex sudah meninggal, tapi aku juga tidak tahu masalahnya apa sampai anak aku dicincang orang seperti ini,” ujarnya.
Menurut Zaimah salah satu pelaku yang diduga menghabisi nyawa putranya tersebut adalah Dedi yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di kawasan Pasar Mega Asri dan terduga pelaku juga sering ribut dengan warga sekitar.
“Pelakunya Dedi, orang biasa panggil dia Gonjes. Dia itu kalau jaga parkir sering bawa senjata api dan samurai. Tapi pelaku satunya lagi saya tidak kenal dan disana tadi ada dua samurai berdarah,” kilahnya. .
Sedangkan Kapolsek Talang Kelapa Kompol Irwanto mengatakan sebelum terjadi pertikaian, antara korban dan terduga pelaku yang saling kenal sempat cekcok mulut, namun saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut dengan memintai keterangan sejumlah saksi.
“Dari informasi yang diperoleh di lokasi, korban mendatangi pelaku, lalu terjadi cekcok hingga terlibat perkelahian. Dikabarkan bahwa terduga pelaku juga mengalami luka sabetan senjata tajam pada bagian kaki dan saat ini masih dalam pengejaran,” katanya, Rabu (31/7/2019).
Setelah korban terkapar tak berdaya dengan sejumlah luka di tubuhnya, pelaku langsung kabur. “Untuk sementara motif pertikaian masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (Tim Liputan)





