Deudeuh “Tataa_Chubby” Anggota Geng 69family Polisi Terus Memburu Pelaku

Tata chubby/foto/twitet

JAKARTA.NEWSHANTER.COM- Kematian Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby turut membongkar maraknya prostitusi terselubung di jejaring sosial Twitter. Rekan-rekan Tata, sesama pelaku esek-esek online, pun kini tiarap.

“Pada tiarap and matiin HP,” kata forensic auditor, Rudi Valinka, di Twitter pribadinya. Rudi menjawab mention @TiansyahFasha yang menyebut Deudeuh tergabung dalam salah satu komunitas PSK online.

“Tata chubby masuk geng #69family .. Klo mau dpt promotnya liat aja hastag itu LOL,” kata Tiansyah.

Club 69family merupakan ajang promosi para pejaja seks daring (dalam jaringan) sekaligus testimoni-testimoni pelanggannya. Tanda pagar (tagar) 69family juga berisi foto seksi, bahkan seronok, anggota club.

Club 69family tersebar di sejumlah kota besar seprti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar. Anggotanya hampir semua pelaku prostitusi online.

Deudeuh “Tata Chubby” ditemukan tewas, Sabtu (11/04) malam di tempat kosnya, Jalan Tebet Utara 15-C, Nomor 28, RT 7 RW 10, Tebet Timur, Jakarta Selatan. Dia tewas dalam kondisi bugil dan jeratan kabel di leher. Mulut korban juga tersumpal kaos kaki warna hitam.

Deudeuh yang berprofesi sebagai wanita panggilan ini diduga tewas beberapa jam sebelum ditemukan. Hal ini merujuk pada kondisi dan bau tak sedap dari jenazah korban.

Polisi terus mencoba mengungkap misteri kematian wanita bernama Deudeuh Alfisahrin yang ditemukan tewas di kamar kosnya.

Aparat Polsek Tebet Jakarta Selatan memburu orang yang terakhir bertemu atau berhubungan dengan wanita yang tewas dengan kondisi mulut disumpal kaos kaki, Deudeuh Alfisahrin, 26.

“Kami melacak beberapa orang terakhir kali berhubungan dengan korban,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tebet Ajun Komisaris Polisi Mudiran saat dihubungi di Jakarta, Minggu (12/04/2015).

Mudiran mengungkapkan petugas kepolisian mencari orang yang diduga meminta pelayanan “jasa” dari korban di kontrakannya. Polisi menduga pelaku yang meminta jasa “one night stand” yang terakhir dilakukan bersama Deudeuh.

Berdasarkan penelusuran melalui akun twitter yang diduga milik Deudeuh, korban menerima pelayanan jasa pelayanan semalam bersama pria di hotel maupun kamar kontrakannya.(Rimanews/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *