Dede Shock Dikabari 4 Anak dan Menantu Jadi Korban Tragedi Mina 225 Jemaah Belum Pulang ke Maktab

Ira Kusmira dan Didik
ustad didik tengah membaca
ustad didik tengah membaca
Dede Herlan (Foto: Deden Rahadian/detikcom)
Dede Herlan (Foto: Deden Rahadian/detikcom)

Banjar  -Newshanter.com- Dede Herlan (63), warga Cikabuyutan Barat, Pataruman, Banjar, Jawa Barat, tak kuasa menahan haru. Dia mendapat kabar 2 anak dan 2 menantu jadi korban tragedi Mina. Dari jauh, dia hanya bisa berdoa.

“Ditelepon oleh anak saya, Irfan (Firdaus), yang selamat. Katanya, 2 anak dan 2 menantu wafat di sana,” kata Dede di rumah duka, Jumat (25/9/2015). Komunikasi via telepon antara Dede dan Irfan dilakukan sore tadi.

Dua anak Dede yang yang jadi korban tragedi Mina adalan Atang Gumawang dan Ira Kusmira. Sedangkan menantu yang jadi korban adalah Ima Rusmawati (istri Atang) dan Dikdik Muhammad Tasdik (suami Ira). Sementara itu, selain Irfan, korban selamat dalam rombongan keluarga ini istrinya, Siska, dan Ati Rohyani (kakak Irvan). Rombongan ini berangkat melalui kloter JKS-61.
“Anak-anak dan menantu sengaja ikut lempar jumroh lebih awal,” kata Dede.

Kabar meninggalnya Dikdik juga disampaikan Mahad Utsman bin Affan Jakarta, tempat Dikdik mengajar. “Beliau hari ini dikabarkan wafat di Mina. Ketawaduan dan keshalihan beliau masih sangat jelas terbayang oleh kami,” tulis keluarga besar Mahad Lughoh dan Tahfidz Utsman bin Affan Jakarta dalam ucapan duka citanya melalui pesan singkat.

Dede Herlan (Foto: Deden Rahadian/detikcom)

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan dari Kemenag maupun Arab Saudi terkait nasib Dikdik dan rombongan. Data resmi Kemenag menyebutkan 3 jemaah Indonesia meninggal yaitu jemaah dari Probolingga 2 orang dan 1 dari Pontianak.

Sementara 225 jemaah dikabarkan belum kembali ke maktab di Mina Jadid. Namun apakah mereka menjadi korban tragedi Mina belum diketahui karena bisa jadi mereka tersesat, mengunjungi kerabat ke maktab lain, beribadah di Masjidil Haram atau kembali ke hotel.

Sekurangnya 3 jemaah haji Indonesia wafat dan 6 lainnya terluka karena insiden Mina 204. Tidak tertutup kemungkinan jumlah ini akan bertambah mengingat banyak jemaah haji Indonesia yang belum kembali ke maktab sejak hari kejadian itu.

“Jemaah yang dilaporkan belum kembali ke tenda di Mina mulai saat kejadian sampai dengan tanggal 25 September 2015 pukul 07.00 WAS, sebanyak 225 orang,” tutur Kepala Daerah Kerja Arsyad Hidayat dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (25/9/2015).

Berikut rincian jemaah Indonesia yang belum kembali ke maktabnya:

a. Kloter BTH 14 sebanyak 14 orang
b. Kloter SUB 48 sebanyak 19 orang
c. Kloter JKS 61 sebanyak 192 orang

Maktab ketiga kloter ini bertempat di Mina Jadid. Arsyad Hidayat mengatakan kemungkinan jemaah yang belum kembali ke maktab berada di hotel di Makkah karena jaraknya lebih dekat ke jamarat.

Sedangkan dalam keterangan tertulis pemerintah disampaikan, belum bisa dipastikan mereka yang hilang itu termasuk korban peristiwa Mina atau bukan. Ada beberapa alasan jemaah belum kembali ke pemondokan. Misalnya, sedang beribadah ke Masjidil Haram, tersesat, berkunjung ke kerabatnya di maktab lain dan sebagainya. Yang jelas pemerintah terus mencari jejak mereka.(DTC/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *