CSR PTBA Lakukan Bedah Rumah Sebanyak 4 Unit, Ini Disampaikan Masing-Masing Stakeholder

Palembang, newshanter.com – Perusahaan Terbatas Bukit Asam (Persero), Tbk bekerjasama sama dengan Forum Coorporate Social Responsibility Kesejahteraan Sosial (CSR Kessos) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) provinsi Sumsel hari ini melaksanakan penyerahan bantuan bedah rumah dari CSR PT Bukit Asam.

Adapun rumah yang dilakukan bedah yakni rumah tidak layak huni yang berada di kecamatan Kertapati Kelurahan Kemang Agung, Kelurahan Keramasan, dan Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Turut hadir didalam acara tersebut Vice Presiden Sustainability PTBA Hartono, Kepala Disperkim Sumsel Ir H Basyaruddin Akhmad, Sekretaris Disperkim Ir Hendrian, M.T, para Kepala Bidang di Disperkim Sumsel, Ketua Forum CSR Kessos Sumsel J Rianthony Nata Kusuma, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Komisi IV Arniza Nilawaty, S.E.,M.M, dan undangan lainnya, Kamis (29/12/2022).

Dikatakan Vice Presiden Sustainability PTBA Hartono, hari ini alhamdulillah kita sudah menyelesaikan salah satu program CSR atau TJSL PTBA dikota Palembang bantu teman-teman Dermaga Kertapati dan juga oleh forum CSR Kessos Sumsel kita lakukan bedah rumah.

Jadi bedah rumah yang kita simbolis kan untuk dimulai pekerjaannya itu berjumlah 4 unit rumah, jadi 1 unit rumah ada di kelurahan Kemang Agung, 2 unit di kelurahan Keramasan, dan 1 unit rumah di Ilir Barat.

“Dengan total nilai 4 rumah tersebut sekitar Rp 198 juta, harapan kita dari nantinya setelah selesai pekerjaan bedah rumah ini bisa bermanfaat untuk penerima manfaat,” ujarnya.

Kemudian, selain itu juga bisa memperbaiki taraf hidup dari masyarakat yang menerima penerima manfaat itu. Kisaran untuk harga 48 juta atau 49 juta, nanti kita lihat, ini kan kita lihat dahulu apa kerusakannya, kalau memang ternyata bisa untuk di bedah total, ya kita bedah total.

Sebenarnya ini bukan yang pertama dimana kita sudah sering, untuk tahun ini sekitar 25 sampai 30 rumah, di kota Palembang memang kalau tidak salah baru empat, memang di dekat wilayah operasi kita ditambang kita di kabupaten Muara Enim.

“Harapannya memang nanti rumah ini bisa memberikan manfaat, tentunya dengan tingkat hunian lebih baik, kesehatan juga lebih baik, dan tempat tinggal lebih layak seperti itu,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, sebenarnya CSR itu tidak juga tergantung dengan laba, setiap perusahaan itu apalagi dia sudah menghasilkan untung itu harus mengeluarkan CSR, jadi bukan berapa persen-berapa persen dari laba itu tidak.

Namun kami menjadikan CSR ini bagian dari program kerja kamu, yang memang menjadi tanggung jawab kita. Kami menganggap ini merupakan tanggung jawab kita, jadi bukan dari laba berapa persen-berapa persen.

“Konsep CSR dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sudah berubah, bukan lagi dari laba tapi memang dari rencana kerja kita, ini merupakan ring 1 dari perusahaan dan memang kita mendapat mandat itu,” katanya.

Menurut Kepala Disperkim Sumsel Ir H Basyaruddin Akhmad didampingi Anggota DPD RI Arniza Nilawaty, dimana ini berawal dari ngobrol dengan Vice Presiden CSR PTBA untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dan mereka berkenan untuk membantu walaupun hanya 4 unit.

Paling tidak di penghujung tahun ini mereka-mereka yang rumahnya memang layak untuk dibedah, mendapatkan berkah di akhir tahun. Untuk Disperkim kita ini bersinergi, kalau Disperkim sendiri di provinsi Sumsel itu khusus diprogram APBD nya itu ada 40 unit rumah dibedah dikawasan kumuh.

“Kita berencana kedepan akan mendapatkan bantuan RITTA, yakni Rumah inti Tumbuh Tahan Gempa di kabupaten Banyuasin di Pangkalan Benteng, dan juga di kota Prabumulih, dan kita harapkan kota Palembang juga akan dapat,” imbuhnya.

Masih dilanjutkannya, melalui program BSPS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan juga DAK itu banyak, untuk provinsi Sumsel lebih dari 5000 unit, tapi itu menyeluruh di seluruh kabupaten/kota.

Kita berharap untuk kedepan ada ide-ide kreatif yang bisa menyentuh masyarakat yang memang rumahnya belum tersentuh untuk di bedah. Ini kita programkan, kita sudah tinjau dan kita programkan melalui CSR ditahun 2023.

“Kriteria yang dibedah pertama adalah atap, lantainya dan dindingnya, tetapi kalau kondisi rumah seperti ini yang kita utamakan adalah pondasi, dimana pondasinya harus pondasi tiang,” bebernya.

Masih disampaikannya, untuk rumah yang kita bedah saat ini yang empat itu, kita type 36 bangun baru, jadi itu dibongkar total, dibangun baru type 36 sehingga menjadi yang layak.

Harapan kita tidak hanya sebatas itu saja, tapi masih banyak masyarakat-masyarakat yang tidak mampu dan rumahnya tidak layak huni yang harus tersentuh.

“Ini juga akan berdampak kepada pengurangan stunting, karena airnya, sanitasinya dan rumahnya sendiri,” bebernya.

Begitu juga ditambahkannya Arniza Nilawaty, saya sangat bangga melihat bagaimana keseriusan daripada kepala Disperkim sendiri untuk melakukan bedah rumah terhadap permukiman masyarakat yang amat sangat tidak layak.

Karena kita sangat tahu bahwa bagaimana kriteria daripada permukiman rumah keluarga yang tidak layak itu seperti apa. Karena ketidaklayakan ini memiliki imbas yang sangat jauh terkait dengan bagaimana gizi mereka, kesehatan mereka, dan masa depan anak-anak mereka.

“Bagaimana kita berkolaborasi selain daripada CSR seperti hari ini, dan juga BAZNAS dengan harapan semuanya nanti bisa tersentuh bagaimana kita bisa memperhatikan masyarakat kita yang kurang beruntung,” jelasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *