PALEMBANG-Newsahanter.com.- Wakil ketua DPRD Sumsel, Chairul S Matdiah sangat menyesalkan adanya kegiatan plesiran oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumsel ke luar negeri yang dinilai tak memiliki tujuan jelas pada akhir tahun 2016 lalu.
Ia mengatakan, menurut aturan yang berlaku sejatinya kegiatan anggota kepemudaan boleh saja jika hendak ke luar negeri. Akan tetapi kegiatan jalan-jalan tersebut harus memiliki tujuan dan arahan yang jelas.
“Selama pengajuan ada manfaatnya menggunakan APBD tidak masalah. Tetapi kalau sia-sia untuk apa habiskan anggaran daerah. Lebih baik baik adakan kegiatan di Sumsel saja yang tentunya sangat bermanfaat,” ujarnya, Kamis (19/1/2017).
Seperti diketahui pada akhir tahun 2016 kemarin salah satu kubu KNPI Sumsel melakukan perjalanan ke Malaysia dan Singapura dengan mengajak para kader-kadernya plesiran dua negara Asia Tenggara tersebut.
Jika tak ada manfaat dan hanya terkesan sia-sisa, Politisi Demokrat ini mencemaskan bakal menjadi temuan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kalau tidak ada manfaat bisa jadi temuan oleh kejaksaan maupun KPK. Apalagi saat ini Sumsel sedang defisit anggaran. Jadi pihak KNPI Sumsel yang habis berangkat kemarin harus menjelaskan apa manfaat yang didapatkan atas kegiatan mereka kemarin. ,” jelas dia.
Sementara ketua KNPI Sumsel, MF Ridho menampik bahwa kegiatan yang membawa 100 orang dengan biaya sekitar Rp 500 juta tersebut bukanlah hal sia-sia dan dinilai berbagai pihak menghamburkan uang saja.
Pihaknya menilai keberangkatan itu merupakan program KNPI Sumsel dalam peningkatan wawasan kepemudaaan di luar negeri.
“Ini sudah sesuai dengan program kita. Kalau di Sumsel juga sudah sering kita adakan kegiatan. Dengan kegaiatan ini diharapkan anggota KNPI Sumsel dapat menyerap ilmu dan menerapkan di Sumsel,”harap dia.(sp/01)





