Candi Bumi Ayu Bak Terbelenggu Rindu

Candi Bumi Ayu Bak Terbelenggu Rindu

Pali, newshanter.com – MASIH terngiang dalam ingatan, ketika itu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saya bersama teman-teman sepermainanku berlari-lari mengejar sebuah bus hingga berhenti di kawasan candi Bumi Ayu yang terletak di Desa Bumi Ayu kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Yang membawa rasa penasaran kami saat itu, karena penumpang bus tersebut adalah orang asing yang sebelumnya tidak pernah kami lihat. Mataku tidak berkedip saat memandangi puluhan penumpang yang turun dari bus dan berjalan menuju ke arah lokasi candi Bumi Ayu, yang pada masa itu belum ada penggalian dan pemugaran serta masih berupa gundukan tanah. Belakangan barulah saya mengetahui bahwa mereka akan melakukan ritual ziarah untuk menghormati leluhur agama Hindu.

Candi Bumi Ayu yang merupakan cagar budaya nasional, menjadi saksi sejarah kejayaan kerajaan Sriwijaya. Situs peninggalan agama Hindu yang terbesar di Sumatera Selatan ini terletak di desa Bumi Ayu kecamatan Tanah Abang kabupaten Pali. Sebelum pemekaran kabupaten Pali, candi Bumi Ayu terletak di desa Tanah Abang kecamatan Talang Ubi kabupaten Muara Enim. Pasca pemekaran desa Tanah Abang menjadi enam desa, salah satunya kawasan candi dimekarkan menjadi desa Bumi Ayu.

Sejak tahun 1990 pelestarian cagar budaya candi Bumi Ayu hingga kini telah ditemukan sembilan bangunan candi. Empat candi diantaranya sudah dilakukan pemugaran, yakni candi 1, candi 2, candi 3 dan candi 8. Namun terjadi stagnasi pemugaran karena persoalan dana yang belum bersahabat.

“Sejujurnya impian kami ingin sekali candi Bumi Ayu ini suatu ketika berdiri seperti candi Borobudur, candi mendut dan lain-lain,” ujar Heni, salah seorang warga kecamatan Tanah Abang, dengan
mata menerawang menatap awan.

Istri dari mantan kades (kepala desa) ini menceritakan masa kecilnya sekitar 45 tahun yang lalu, saat itu Heni pernah melihat petugas pemerintahan dari kabupaten Muara Enim mengunjungi lokasi candi Bumi Ayu. Ketika itu juga ia berharap pemerintah akan membangun candi Bumi Ayu seperti gambar candi Borobudur yang lihatnya tertera di buku sejarah.

Sumber utama dana dan pengelolaan candi Bumi Ayu ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), serta dibantu dari dana pemerintahan kabupaten Muara Enim –sebelum pemekaran kabupaten– dan kabupaten Pali.

Tidak begitu berlebihan yang diinginkan masyarakat Pali terutama yang berdomisili di lingkungan candi Bumi Ayu. Mereka hanya berharap terus adanya pergerakan pembangunan kendati secara bertahap dalam setiap tahun anggarannya.

“Karena candi Bumi Ayu ini adalah cagar budaya nasional, maka kita berharap ada aliran dana dari APBN secara kontinuitas (berkesinambungan),” tutur Muchtar Jayadi, salah seorang tokoh masyarakat Pali yang juga mantan anggota DPRD kabupaten Muara Enim.

Sebelum adanya pemugaran candi Bumi Ayu, hanya sedikit masyarakat yang mengetahui keberadaan lokasi candi Bumi Ayu. Pasca pemugaran walaupun baru sebagian kecil bangunan, barulah warga berbondong-bondong mendatangi lokasi candi Bumi Ayu baik warga lokal maupun dari luar daerah. Apalagi setelah dibangunnya kawasan parkir dari bantuan dana pemerintah kabupaten Muara Enim. Beberapa event pun dilakukan oleh pemerintah setempat seperti bumi perkemahan di atas lahan komplek percandian Bumi Ayu seluas 75,56 hektar, festival seni dan budaya dan lain-lain untuk menarik minat pengunjung.

Kini kondisi di kawasan candi Bumi Ayu, kendati tetap dilakukan perawatan dengan menggunakan bantuan dana dari pemerintahan Pali, tetapi sudah sangat sepi dari pengunjung. Entah sampai kapan kerinduan masyarakat memimpikan candi Bumi Ayu dibangun seutuhnya. Hingga mampu menarik investor membangun penginapan atau hotel di sekitar candi Bumi Ayu, dan membangun outlet atau gerai bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Candi Bumi Ayu..
Inginkah pemerintah pusat menjulurkan tangannya, mengelus dan meraba untuk mewujudkan mimpinya. Merekahkan jari dan mencengkram untuk menggapai maksudnya. Lalu menyibakkan hal yang membelenggu kerinduan masyarakat Bumi Ayu.. (kys_khoiriahyusufsyari’ah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *