Budi Waseso Akhirnya Akui di Telpon JK, Saat Pengeledahan di Pelindo

crane

Jakarta.Newshanter.com,- – Setelah dimutasi posisinya dari Kabareskrim menjadi Kepala Badan narkotika nasional (BNN), Komjen Budi Waseso membenarkan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pernah telepon dirinya. JK telepon disaat Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/08/2015).

“Sekali waktu geledah. Intinya menanyakan bagaimana kasus itu,” kata pria yang karib disapa Buwas di Mabes Polri, Jumat (4/09/2015).Ditegaskan kepada JK, bahwa kasus pengadaan 10 unit mobile crane senilai Rp45,6 miliar merupakan tindak pidana. Dan kasus korupsi itu, sambung Buwas, harus diusut sampai tuntas.

“Kalau pidananya tidak diusut berarti tidak boleh lagi pelanggaran pidana diusut dong. Sangat-sangat yakin bukan 100 persen lagi, tapi 1.000 persen,” pungkasnya.

Sebelumnya, Rabu (2/09/2015), Rimanews sempat mengkonfirmasi Buwas terkait rekaman Direktur Utama Pelindo, Richard Joost (RJ) Lino mendapat dukungan dari JK terkait kasus korupsi pembelian crane.

“Tidak lah, saya yakin Pak JK tidak. Saya yakin beliau tidak akan seperti itu,” ucapnya.

Hari ini, Mabes Polri secara resmi mengumumkan Komjen Budi Waseso dimutasi sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Kursi badan berlambang busur panah itu ditempati oleh Komjen Anang Iskandar yang sebelumnya Kepala BNN.

“Tidak ada biasa aja. Karena kepentingan organisas, untuk kaderisasi. Karena ada juga yang akan pensiun,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang menampik jika ada intervensi Istana.(Rimanews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *