Banyak Keluhan Masyarakat, PJ Bupati OKU Datangi Kantor PLN

Banyak Keluhan Masyarakat, PJ Bupati OKU Datangi  Kantor PLN

BATURAJA.Newshanter.com. Banyaknya keluhan masyarakat yang mempertanyakan alasan PLN area Lahat Rayon Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang sejak beberapa hari belakangan melakukan pemadaman tanpa pemberitahuan, membuat Penjabat (Pj) Bupati H Maulan Aklil mendatangini Kantor PLN Baturaja secara mendadak, Senin (16/11) siang.

Molen, sapaan akrab H Maulan Aklil mengaku sengaja datang tanpa pemberitahuan lantaran dirinya banyak menerima laporan baik via media sosial maupun SMS kepadanya perihal pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini.

Read More

“Mungkin saya kurang ajar datang kesini. Tapi kebetulan pula memang manajemen disini belum pernah main (silaturahmi) ke saya, jadi saya aja yang kesini secara langsung,” ujar dia menyindir pihak PLN yang sama sekali belum pernah silaturahmi dan koordinasi dengan Pemda setempat.

Sayangnya, Molen tidak dapat bertemu langsung dengan Kepala PLN ranting Baturaja, Suprayitno, yang diketahui di hari bersamaan yang bersangkutan sedang mengikuti rapat dengan petinggi-petinggi PLN di Palembang. Ia diterima oleh Basri, selaku Pembina Rayon (ahli kinerja), dan Hermawan selaku Supervisor Teknik.

Dalam kesempatan tersebut, Molen mempertanyakan kendala yang dihadapi PLN sehingga dilakukan pemadaman bergilir dengan durasi yang cukup lama hingga berjam-jam.

“Sebenarnya apa kendala yang dihadapi, sehingga ada pemadaman. Kalau memang ada kendala, mengapa PLN tidak menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat. Banyak SMS yang masuk ke saya mempertanyakan mengapa ada pemadaman belakangan ini. Apa sih masalahnya. Di rumah Kabupatenan (Rumdin) juga begitu. Apa yang bisa kami bantu,” tanya Molen.

Hermawan, Supervisor Teknik menjelaskan, bahwa terjadinya pemadaman ini dikarenakan adanya kebocoran boiler pada pembangkit di PLTU Tarahan Lampung 2×85 megawatt serta kebocoran boiler di pembangkit Sebalang satu dan dua 2×100 megawatt.

“Sistem pembangkit kita terganggu, salah satunya dari PLTU Tarahan Lampung. Sehingga sistem listrik secara total saat ini menjadi terganggu. Tapi bukan gangguan dari sistem kita. Sejak kemarau kita sudah terkena. Karena itulah pula penyaluran sampai dengan saat ini juga terganggu. Dan kondisi ini bukan hanya terjadi di OKU, di Sumatera ikut terkena dampak semua,” jelasnya.

Pihaknya lanjut Hermawan, mengaku sudah mempersiapkan surat pemberitahuan mengenai hal tersebut (pemadaman) pada unsur Muspida, hingga pada Camat-camat mengenai kondisi tersebut.

Namun kendalanya, pihaknya mengaku belum punya jadwal kongkrit mengenai detail waktu pemadaman bergilir ini.
Mendengar jawaban tersebut, Molen pun langsung menimpali, bahwa inilah gunanya silaturahmi. Sehingga jika ada permasalahan bisa dapat dicairkan solusi secara bersama.

“Nah, kalau diinformasikan macam ini kan masyarakat Insya Allah bisa mengerti. Itulah gunanya kita saling komunikasi dan koordinasi. Apakah akan seperti ini terus? Apakah tidak ada jalan keluar? Kita bisa kok bantu mencarikan solusi, apalagi untuk pelayanan publik,” imbuh Molen.

Lanjut Molen, jangan dibiarkan kondisi listrik seperti ini terus, karena kasihan dengan masyarakat. Betapa banyak kerugian yang dialami masyarakat imbas mati lampu.

“Listrik ini sarana vital loh. Kita ingin juga bantu masyarakat biar mengerti. Tapi sampai detik ini tidak ada penjelasan seperti ini dari Kepala PLN pada Bupati. Sebetulnya saya akan bantu bila perlu. PLN tidak sendirian kok,” katanya.

Di kesempatan itu, Molen menegur keras Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Ir Nasir Yazid. Ini lantaran yang bersangkutan seolah membela pihak PLN dengan menjelaskan hal bersifat teknis.

“Lah. Kalau bapak (Kadistamben) sudah tahu, kenapa tidak menjelaskan pada saya sebelum saya kesini. Seharusnya Distamben pula yang memfasilitasi kenapa saya kesini. Ini terpaksa saya ambil alih, karena bang kepala SKPD yang tidak bisa diomongi,” cetus Molen pada Nasir, yang langsung terdiam saat itu.

Sementara, pihak PLN Baturaja, di kesempatan itu pula memohon bantuan Pemkab untuk mensosialisasikan kondisi pemadaman ini.

“Sebetulnya Pak, kalau ada pemadaman bergilir, Baturaja ini pilihan terakhir. Nah, saat ini kita sedang nunggu kabar baik dari mereka bagaimana proses perbaikannya,” tandas Hermawan. (RMOL/NHO)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *