Padang. Newshanter.com. Akibat hujan deras melanda kota Padang, Rabu (31/05/2017) dinihari se sejumlah ruas jalan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tergenang banjir dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter akibat hujan deras yang melanda daerah itu, Rabu dinihari.
Berdasarkan pantauan, banjir menggenangi jalan di kawasan Jati, Sawahan, Andalas, Anduring, Lubuk Lintah dan kawasan lainnya.Selain menggenangi jalan, sejumlah rumah warga di kawasan Jati dan Lubuk Lintah juga dimasuki air dengan ketinggian 30 sentimeter.
“Ketika akan sahur sekitar pukul 03.30 WIB saya baru sadar, rumah saya dimasuki air dan berusaha menyelamatkan barang-barang dari genangan banjir,” kata salah seorang warga Nabila di Lubuk Lintah.
Selain banjir, di kawasan itu juga terjadi pemadaman listrik, sehingga mengakibatkan warga kesulitan ketika akan menyantap sahur sambil menyelamatkan barang-barang.
Warga lain di Jati, Lina mengatakan sahur di tengah banjir, akibat air yang masuk ke dalam rumah dengan ketinggian 30 sentimeter.”Air memasuki rumah sekitar pukul 03.30 WIB, hal itu mengakibatkan saya sahur di tengah banjir,” ujarnya.
Banjir disebabkan oleh hujan yg yang mengguyur daerah itu dari pukul 00.00 WIB, hingga pukul 05.20 hujan masih mengguyuri daerah setempat dengan ketinggian air yang terus merangkak naik.
Sementara itu sejumlahn warga terdampak banjir Jondul, Kelurahan Rawang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai dievakuasi dari rumah masing-masing ke gedung perkantoran yang aman.
“Air dalam rumah mencapai ketinggian satu meter. Sementara di jalan ketinggiannya lebih dari satu meter,” kata salah seorang warga yang dievakuasi Andri Dermawan, di Padang.
Andri yang tinggal di RW 14, Rawang, Padang Selatan, dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, bersama enam anggota keluarganya.
Selain Andri, juga dievakuasi sejumlah warga lain terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet.
Karena belum terdapat tenda darurat, warga sementara dievakuasi ke Gedung Kantor dan Operasional Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur BMKG.
Hingga pukul 04.33 WIB, satu unit perahu masih terus melakukan evakuasi ke rumah warga yang tidak bisa diakses jalan kaki, mengingat air menggenangi sebahagian besar jalan di lokasi itu dengan ketinggian lebih dari satu meter.
Belum terdapat data resmi jumlah warga terdampak banjir, namun diperkirakan mencapai ratusan jiwa. Hal itu melihat perbandingan pada banjir yang terjadi di kawasan setempat pada Minggu (21/05/201).
Ketinggian air pada Minggu tersebut, tidak setinggi saat ini. Menurut Lurah Rawang Maspeg, warga terdampak banjir saat itu lebih dari 500 Kepala Keluarga (KK).
Mengungsi ke Kanti BMKG
Sementra itu Banjir di kawasan Rawang, Padang, Sumatera Barat masih belum surut sejak mulai menggenangi wilayah ini pada Rabu sekitar pukul 02.00 WIB.
“Hujan tak kunjung surut, akhirnya saya memilih mengungsi. Di dalam rumah ketinggian air sekitar satu meter,” kata salah seorang warga Natasya (21) yang mengungsi sekitar pukul 07.00 WIB.
Ia menuturkan keadaan genangan air di lingkungan rumahnya RW 14 tak kunjung surut.
Sedangkan di jalan, ketinggian air sudah mencapai satu setengah meter.
Genangan air tersebut memutuskan akses jalan di lokasi setempat, sehingga untuk keluar dari rumah harus memanfaatkan perahu karet dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan II Padang yang bersiaga di lokasi.
Warga yang mengungsi diarahkan menuju gedung kantor dan operasional Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur BMKG.
Gedung kantor operasional BMKG itu telah difungsikan sejak Rabu, pukul 02.00 WIB, sebagai tempat pengungsian sementara.Belasan warga tampak mulai tidur dan beristirahat. Di antara para pengungsi terdapat anak-anak.
Tidak bisa ikut sahur
Sebelumya sejumlah warga terdampak banjir tak bisa melaksanakan sahur karena bencana tersebut.
“Air masuk ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB, saya dan keempat anak sedang tidur. Secera perlahan air mulai naik, lalu kami mengungsi,” kata salah seorang warga Apri Susanti.
“Karena mengungsi kami tak bisa sahur. Makanan untuk sahur sudah dimasak sejak malam, namun genangan air di rumah menyebabkan tidak bisa makan,” katanya.
Hal yang sama juga dikatakan warga lainnya Andri Dermawan, yang mengungsi bersama enam anggota keluarga.
“Keadaan seperti ini tidak terfikirkan untuk sahur. Melihat air di rumah dengan ketinggian satu meter, kami mengemasi barang lalu mengungsi,” katanya.
Meskipun demikian tidak semua warga di pengungsian yang tidak sahur. Karena ada beberapa warga yang menyempatkan sahur sebelum dievakuasi.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Padang Pariaman, saat ini sejumlah wilayah di Sumatera Barat masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan dapat disertai angin kencang.
Kondisi itu terjadi di wilayah Padang, Pesisir Selatan, kabupaten Solok, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota dan dapat meluas ke sebagian wilayah Padang Pariaman, Pariaman, Kota Solok, Agam, Bukittinggi dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 06.00 WIB. Sedangkan


di Jalan Padang Solok tepatnya longsor di atas Pondok Bambu terjadi longsor. (Antara/01)





