Alex Noerdin : Wartawan Be Jugo Buntu. Nak Ganti Motor Be Dak Teganti

PALEMBANG -Newshanter.com. Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH menginstruksi Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) untuk bekerja habis-habisan mengupayakan meningkatnya pendapatan daerah.Menurut orang nomor satu di Bumi Sriwijaya hal ini merupakan salah satu upaya dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), di tengah perekonomian sulit akibat adanya pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat.

“Belum maksimalnya PAD itu disebabkan banyak faktor, jadi Dispenda harus bekerja habis-habisan. Misalnya piutang, Dispenda bagaimana caranya agar piutang itu bisa ditagih,” ungkap Alex Noerdin usai rapat Paripurna XX DPRD Sumsel, Senin (14/11/2016).

Alex mengakui adanya efisiensi terhadap Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) pegawai, ini dilakukan karena TPP bukan hak pegawai melainkan penghargaan yang diberikan kepada pegawai berdasarkan kinerja.

Situasi saat ini, tidak mungkin membayarkan TPP itu secara penuh, namun gaji dan tunjangan yang benar-benar sah tidak pernah dikurangi dan tidak pernah ditunda.

“Wartawan be jugo buntu. Nak ganti motor be dak teganti (Wartawan juga buntu. Mau ganti sepeda motor saja tidak terganti) ,” kata Alex dengan candaannya.

Sementara itu, Rapat Paripurna XX DPRD Sumsel ini dengan agenda pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Sumsel tahun Anggaran 2017.

Sebanyak 9 Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel menyampaikan pemandangan umum yakni, Fraksi PDI (Partai Demokrasi Indonesia) Perjuangan, Demokrat, Golkar (Golongan Karya), Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), PAN (Partai Amanat Nasional), PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Hanura (Hati Nurani Rakyat), Nasdem (Nasional Demokrat), dan Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Fraksi PDI Perjuangan dalam pemandangan umum yang disampaikan juru bicaranya Ike Mayasari, S.H., menyampaikan beberapa hal diantaranya mengenai peningkatan pendapatan daerah, pengembangan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), perbaikan jalan, persiapan Asian Games 2018, terkait Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) pegawai, serta bidang lainnya.

Fraksi Partai Demokrat, disampaikan juru bicaranya, Muhammad F. Ridho, S.T., M.T., menyampaikan terkait Raperda APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Sumsel 2017 yang mengalami peningkatan 6,60 persen dari APBD 2016, Fraksi Demokrat mengharapkan penjelasan tentang dampak positif peningkatan APBD Sumsel 2017 ini, mengharapkan lebih memprioritaskan jalan Provinsi, mengapresiasi peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,13 Persen, program bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta berbagai bidang lainnya.

Rapat Paripurna dipimpin langsung ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda, serta dihadiri langsung Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Hadir juga dalam kesempatan ini, Para Wakil-Wakil Ketua DPRD Sumsel, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman, serta perwakilan FKPD (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda saat memimpin rapat Paripurna mengatakan, pemandangan umum fraksi-fraksi ini merupakan sumbang saran pemikiran dalam upaya penyempurnaan Raperda yang di bahas, pemandangan umum berisikan pokok pikiran, himbauan, saran dan pertanyaan yang menghendaki jawaban dan penjelasan dari pihak Eksekutif sebagai pelaksana berbagai program dan kebijakan.

“Melalui pemandangan umum ini, pihak Eksekutif akan menyampaikan jawaban dan penjelasan di rapat Paripurna XX DPRD Sumsel 17 November 2016 mendatang”, tandasnya.

Untuk diketahui, pada Paripurna sebelumnya, Penjelasan Gubernur Sumsel Alex Noerdin terkait Raperda APBD Sumsel tahun anggaran 2017 telah disampaikan dalam rapat Paripurna 10 November lalu, berisikan secara rinci mengenain Rencana APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 7,8 Triliun lebih, mengalami peningkatan sebesar Rp. 489 Milyar lebih atau 6,60 persen dari APBD Sumsel 2016.(01/sp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *