Palembang, newshunter.com- Jelang pemilihan Wakil Walikota Palembang untuk mendampingi Harnojoyo, beredar kabar kalau Ketua DPRD Kota Palembang dari PDI Perjuangan, Darmawan yang akan menjadi Wakil Walikota Palembang. Sementara posisi ketua DPRD Palembang yang ditinggalkan Darmawan akan di tempati oleh adik kandung Romi Herton, Fitrianti Agustinda yang sekarang menjabat ketua komisi II DPRD Palembang.
Menurut kabar, komitmen ini sudah dibuat sebelum Mendagri yang merupakan kader PDI Perjuangan menandatangani SK Harnojoyo sebagai Walikota Palembang definitif.
“Memang seperti itu. Sudah ada komitmen dari Harnojoyo dan DPRD Palembang untuk memilih calon dari PDI Perjuangan sebagai wakil walikota. Komitmen inilah yang membuat SK Harnojoyo ditandatangani Mendagri,” ujar sumber internal PDI Perjuangan, Minggu (13/9) yang minta namanya tidak usah dipublikasikan.
Untuk nama calon wakil walikotanya, semula nama adik kandung Romi, yaitu Fitrianti Agustinda yang diusulkan, namun jika Fitrianti yang dimajukan akan melangkahi Darmawan yang menjadi ketua DPRD Palembang dari PDIP, maka disepakati, kalau Fitrianti akan menggantikan Darmawan sebagai Ketua DPRD Palembang, sedangkan Darmawan jadi wakil walikota Palembang. ” Kita tunggu saja kepastiannya dalam beberapa hari kedepan,” ujarnya.
Sementara itu Ketua DPRD Palembang, Darmawan belum bisa menanggapi soal isu ini.” Kalau soal itu tanyakan dengan Ketua PDIP Perjuangan Sumsel (Giri Ramandha) ,” kata Darmawan.
Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel, Yudha Rinaldi mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan dari PDI Perjuangan untuk mengusulkan satu nama sebagai calon Wawako Palembang. ” Bukan DPD PDI Perjuangan yang memutuskan, tapi DPP. Ada beberapa kader PDI Perjuangan yang tertarik. Nanti semua nama yang tertarik menjadi Wawako Palembang akan dikirim ke DPP, nah DPP yang memutuskan siapa yang ditunjuk.” ujarnya.
Soal komitmen kalau Wawako Palembang harus dari PDIP, Yudha kurang mengetahuinya, namun menurutnya berdasarkan Etika Politik, seharusnya memang begitu.” Romi Herton itu kader PDIP, Etika politiknya penggantinya harus juga orang PDI Perjuangan,” kata Yudha. ( Hensyi Fitriansyah)





