Asisten Cantik Presdir XL Axiata,Ternyata dibunuh kekasihnya. Ditemukan Tanpa Busana

almarhumah. rian. foto internet
Andy Wahyudi/ foto dtc
Andy Wahyudi/ foto dtc

rian2

Jakarta.Newshanter.com, Setelah dilaporkan hilang selama 8 bulan, Asisten cantik Presdir XL Axiata, Hayriantira (37) atau Rian ditemukan tewas di sebuah hotel di Garut, Jawa Barat, 31 Oktober 2014 lalu. Mayat korban ketika ditemukan di salah satu kamar dalam kondisi telungkup dan tanpa busana.Polisi hanya menemukan beberapa pakaian dan pakaian. Akhirnya setelah diautopsi, Rian pun dimakamkan di tanpa identitas.

Setelah beberapa bulan pihak kepolisian berkerja keras mengukapkap kasus pembunuhan ini, akhirnya kepolisian berhasil mungungkapkan indentitas korban dan pembunuhan menimpa korban. Ternyata asisten cantik ini korban pembunuhan korban dibunuh kekasihnya Andy Wahyudi.

Kapolres Garut AKBP Arief Rachman menjelaskan, setelah olah TKP di hotel selesai, jenazah yang kala itu tidak teridentifikasi, dibawa ke rumah sakit di Garut untuk diautopsi. Setelah itu, tak lama kemudian, jenazah dimakamkan di sekitar rumah sakit.

“Sudah dimakamkan. Sesuai SOP di rumah sakit, kita makamkan di pemakaman rumah sakit bersama jenazah yang tidak dikenali lainnya,” terang Arief saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (05/08/2015).Dari keterangan sementara dokter forensik saat itu, Rian diduga tewas karena kehabisan nafas dan kekerasan. Namun Polres Garut akan kembali memastikannya.

Sementara itu Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan menyebut pembunuhan Hairyantira (37) asisten cantik Presdir XL Axiata oleh pacarnya, Andy Wahyudi karena motif pribadi.”Sejauh ini tersangka mengaku membunuh korban karena persoalan pribadi,” kata AKBP Herry Heryawan dalam keterangannya, Rabu (05/8/2015).

Tersangka Andy mengaku membunuh Rian di Hotel Cipaganti, Garut, Jawa Barat pada tanggal 30 Oktober 2014. Polres Garut memang sudah memastikan penemuan mayat pada tanggal tersebut di hotel yang sama.

Dalam pengakuannya, Andy menuturkan pembunuhan dilakukan dengan cara membekap korban hingga kehabisan nafas. Setelah korban dipastikan tewas, Andy kemudian memasukkan mayat Rian ke bath-tub yang sudah diisi air panas.

Dari informasi yang diperoleh polisi, keduanya memang sengaja memutuskan menginap di hotel karena hari sudah larut malam. Di kamar hotel, korban menurut tersangka mengajak berhubungan badan.

Namun Andy menyebut korban sempat menghina ‘kejantanannya’ saat akan berhubungan badan. “Pelaku emosi akhirnya bekap korban,” ujar AKBP Herry.

Menurut AKBP Herry, pelaku setelah membunuh korban, pelaku keluar dari hotel membawa kabur mobil milik korban dengan menggunakan menggunakan plat nomor palsu.

“DI CCTV di hotel juga ada terlihat mobil korban keluar dari hotel tersebut dengan menggunakan pelat nomor palsu,” kata AKBP Herry Heryawan.

“Pengakuan tersangka, dia memalsukan pelat nomor tersebut atas perintah korban di kawasan Jakarta. Tetapi kami masih mendalami hal ini,” kata Herry.Mobil warna silver berpelat nomor B 1277 EOA ini sudah diamankan polisi sejak 9 Juli 2015 lalu, bersamaan dengan hari di mana tersangka Andy ditangkap tim Unit 1 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya.

Pada saat itu, Andy ditangkap atas pemalsuan tanda tangan pada dokumen untuk mengambil BPKBK mobil atas nama korban di sebuah showroom di Depok, Jawa Barat.Setelah menjalani penahanan atas kasus pemalsuan, Andy pun buka mulut. Pada pertengahan Juli 2015, tersangka baru mengakui telah membunuh korban setelah keluarga korban melakukan pendekatan terhadap tersangka.
Polisi Berencana Bongkar Kuburan Rian

Dikatakan AKBP Herry untuk memastikan identitas korban Tim Unit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya rencananya akan melakukan pembongkaran kuburan Hayriantira (37) di Garut.

“Besok (hari ini-red) rencanyanya penyidik mau ke Garut untuk membongkar kuburannya untuk dites DNA,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan.Penggalian kuburan dilakukan untuk mengecek DNA jasad wanita yang ditemukan di Hotel Cipaganti itu identik dengan Hayriantira yang dinyatakan hilang atau bukan.

“Meski sudah ada pengakuan dan kecocokan antara keterangan tersangka dengan temuan di TKP, namun kami harus meyakinkannya lagi secara ilmiah,”katanya.Pihak kepolisian sendiri akan mengambil sampel pembanding DNA dari ibu Rian. Pengambilan sampel pembanding juga dilakukan pagi ini.
Kronologi Hilangnya Asisten Cantik Rian Hingga Akhirnya Diketahui Tewas

* Hilang sejak November 2014

Hayriantira (37) dilaporkan hilang oleh keluarganya, sejak November 2014 lalu.

Menurut keterangan keluarga korban, lanjut Herry, korban sudah tidak bisa dikontak sejak November 2014 lalu. Saat itu, keluarga telah melakukan pencarian korban ke teman-teman dan orang terekat korban.

“Ibu korban sudah berusaha mencari informasi soal korban kepada teman-teman kantornya, teman sekolahnya dulu dan orang-orang terdekat korban tetapi korban tidak ditemukan,” papar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Khrisna Murti.

* Terakhir Ngantor dan Aktif di Twitter Oktober 2014

Perempuan yang akrab disapa Rian itu masih eksis di media sosial sampai awal Oktober tahun lalu.

Rian yang memakai akun @riantira di Twitter, terakhir ngetweet pada 15 Oktober 2014. Saat itu dia tengah bertegur sapa dengan seorang rekannya.

Di linimasa Twitter, Rian tergolong jarang berkicau. Dalam sebulan dia kira-kira hanya berkicau sekitar 6-7 kali, itu pun lebih ke postingan dia di path yang sudah tersinkronkan dengan Twitter.

General Manager Corporate Communication XL, Tri Wahyuningsih menyebut Rian terakhir berkantor pada Oktober 2014.

“Statusnya dia mantan karyawan XL. Terakhir ngantor Oktober (2014),” ujarnya
* 14 April 2015

Keluarga Hariyantira melaporkan hilangnya Hairyantira atau akrab disapa Rian pada tanggal ini. Tim Unit 1 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya selanjutnya melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap korban.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan selama April-Juli 2015 dilakukan pencarian

Polisi juga mencari teman dekat Rian, Andy Wahyudi (AW) yang bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan di Jatibening, Bekasi.
* 28 Mei 2015

Polisi mengungkap pemalsuan tandatangan terkait kepemilikan mobil Rian oleh Andy. Dari hasil Labfor diketahui, tandatangan untuk mengambil BPKP mobil Honda Mobilio B 1277 EOA milik Rian , di showroom Depok, ternyata dipalsukan Andy.

“Diketahui bahwa tandatangan tersebut hasil scanning,” ujar AKBP Herry.

AW dalam pengakuan awalnya menyebut Rian memiliki utang sehingga mobil tersebut diberikan kepada AW sebagai pelunasan utang.
*9 Juli 2015

Pelaku ditangkap di rumahnya di Duren Sawit Jakarta Timur, terkait proses hukum kasus pemalsuan. Selama proses pemeriksaan kasus pemalsuan, AW tidak mengaku membunuh korban. Polisi juga mengamankan mobil milik Rian saat penangkapan.
* Pertengahan Juli

Pelaku baru mengaku membunuh Rian di Hotel Cipaganti di Garut, Jawa Barat yang dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2014.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *