Bupati dan Kepala BNPB Riau Patroli Titik Rawan Karlahut Menggunakan Heli

 

PEKANBARU newshanter.com – Dalam rangka pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) dan edukasi kepada masyarakat, Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM bersama Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau H Edwar Sanger SH MSi melakukan patroli bersama terhadap titik rawan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di wilayah Kabupaten Kampar.

Bupati bersama Kepala BPBD Riau memantau titik rawan kebakaran tersebut menggunakan helikopter. Bupati dan rombongan take off di Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (23/4).

Bupati menjelaskan, patroli ini sangat penting dilakukan untuk melakukan pencegahan dengan memberikan edukasi serta pencerahan kepada masyarakat agar tidak lagi membakar hutan saat ingin membuka lahan, karena dampaknya akan sangat buruk dan juga akan merugikan masyarakat itu sendiri, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. “Patroli karhutla ini bertujuan untuk memberikan pencerahan dan pembelajaran kepada masyarakat agar tidak terjadi lagi karhutla di Kabupaten Kampar. Pemerintah provinsi dan kabupaten sangat serius menangani permasalahan kebakaran hutan ini. Untuk itu, pada patroli ini kami melakukan landing di XIII Koto Kampar, Kampar Kiri, Kampar induk dan Tapung untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan tindakan yang salah,”ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau H Edwar Sanger SH MSi memberikan apresiasi terhadap Bupati Kampar yang turun langsung untuk melakukan patroli pencegahan karhutla didaerah rawan kebakaran. “Kami berharap juga seluruh kabupaten kota melakukan apa yang dilakukan oleh Bupati Kampar ini, agar mereka juga mengetahui sejauh mana potensi terjadinya kebakaran di wilayah mereka. Hal ini sangat penting karena jika sudah terjadi kebakaran akan sulit bagi kita untuk menanggulanginya. Jadi, diawal ini kita lakukan pencegahan dengan sebaik-baiknya, semoga patroli yang kita lakukan ini bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Kampar,”paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Kasi opsi Lanud Kolonel Jajang yang juga hadir sesaat sebelum penerbangan mengatakan bahwa seorang pimpinan daerah perlu memberikan edukasi langsung kepada masyarakatnya agar tidak ada lagi pihak yang melakukan tindakan tidak terpuji dengan membakar hutan untuk membuka lahan.

Sumber : Humas/era-NHO

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *