PALEMBANG – Newshanter.com. Bambang Prayogo (40), pengawas kebun sawit PT Praga ditemukan tewas di dalamkamar rumahnya di dalam kamar rumahnya di kawasan Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami Palembang, Rabu (28/3/2018).
Korban yang dikenal ramah yang juga penjaga masjid diduga terwas Akibat perampokan, dianggota tubuhkorban terdapat sejumlah luka bacok, di tangan kiri, bibir dan kening, Serta barang berharga milik korban seperti sepeda motor dan pomsel raib dibawa pelaku, yang belum dikeathui jumlahnya.Jenazah korban hari itu juga dibawa polisi ke kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang.
Menurut imformasi yang dihimpun, sebelum peristiwa tersdebut warga sekitar tengah berada di tengah sibuk dengan aktivitas msing masing, tiba-tiba mendadak heboh atas adanya aksi perampokan.Sebelumnya dari dalam rumah korban, warga mendengar teriakan suara korban meminta tolong.
Teriakankorban didengar tetangga untuk melihat apa yang terjadi. Bahkan ada warga yang melihat seseorang priakeluar dari rumah korban.Kemudian Warga pun melaporkannya hal tresebut kepada ketua RT .
Warga masuk ke dalam rumah, ditemukan korban Bambang dengan kondisi sudah berdarah yang terkapar di dalam kamar korban. Ketikakorban akan ditolong dibawa ke rumah sakit.”namun Bambang meninggal dunia,” ujar Ruslan, rekan kerja korban.
Ruslan mengatakan, bahwa Bambang menjadi korban perampokan. Karena setelah dicek di dalam rumah,sepeda motor dan dua unit ponsel milik Bambang hilang.Menurut Ruslan, Korban Bambang tinggal di dalam rumah singgah untuk karyawan PT Praga yang mengawasi kebun sawit.
“Kata warga yang mendengar teriakan Bambang, ada seorang pria berjaket dan pakai helm yang keluar dari rumah dan langsung membawa motor milik Bambang.Bambang ini kerjanya sebagai pengawas kebun sawitdan orangnya tidak ada musuh. Keluarganya ada di Pulau Jawa,” ujar Ruslan.
Sementara itu Pakde (53) tak menyangka orang yang menerima dirinya untuk tinggal bersama di rumah singgah PT Praga, Mataram II, Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang, meregang nyawa secara sadis.Pasalnya baru tiga bulan ini pakde bekerja untuk perkebunan milik PT Praga atas izin Bambang yang merupakan pengawas di perkebunan sawit tersebut. Pakde mengaku sangat kaget mengetahui tetangganya tersebut harus meregang nyawa akibat dibunuh.
Menurutnya Bambang sehari-hari dikenal sebagai pribadi yang ramah namun pendiam.Bambang selama inidikenal sebagai orang kepercayaan dari pemilik Perusahaan PT Praga. “Dia itu orang lama disini sudah lima belas tahun lebih tinggal disini. Gak ada yang menyangka kalau harus meninggal dengan sadis. Bambang juga dikenal seorang yang baik, ramah namun pendiam,” ujarnya.
Meski begitu, Pakde mengaku belum terlalu mengenal Bambang lebih jauh.”Setau saya dia itu orang Jawa asli Purwodadi, disini menjadi orang kepercayaan pemilik kebun,”ungkapnya.Hal lain dikatakan oleh Sukandi (37) yang rumahnya saling berhadapan dengan korban Bambang.
Menurutnya, ia mengenal korban Bambang sudah lebih enam tahun semenjak bekerja di perkebunan sawittersebut.Saat kejadian istrinya menjadi orang pertama yang mendengar teriakan korban.Namun, karena berada di rumah sendirian istri Sukandi tidak berani untuk menolong, lantaran telah mendengar teriakkan korban yang sudah meminta tolong.”Kata istri saya, dia mendengar erangan orangminta tolong dari rumah depan (rumah korban – red) namun, istri saya tidak berani untuk mendekat.Saat itu istri saya justru berinisiatif untuk memanggil para pakerja yang berada di kebun,” ujar Sukandi.
Diceritakan Sukardi warga sempat melihat motor milik korban yang dikemudikan orang tidak dikenal keluar dengan kecepatan tinggi dari perkarangan rumah.”Kami melihat ada orang keluar dari rumah dengan motor FU milik korban dengan kecepatan tinggi ke arah luar perkebunan,” pungkas Sukandi.
Sedangkan Darmudji Ketua RT 23 yang menolong dan membawa korban ke rumah sakit mengaku mengenal dekat korban.Menurutnya Bambang merupakan salah satu pengurus masjid di daerah Mataram II tempat merekatinggal.
“Pak Bambang itu orangnya baik, suka juga berkumpul kalau ada acara-acara. Selain itu orangnya rajin,tidak pernah telat kalau ke Masjid, bahkan saya akrabnya karena sering ketemu di Masjid,” ungkap
Darmadji.Selain itu, Darmadji juga mengaku sempat membawa korban ke rumah sakit Mrya untuk menolongkorban yang sudah kritis. “Saya dikasih tau warga yang mengatakan pak Bambang kritis. Saat itu saya langsung ke sini danmelihat korban sudah terkapar tidak bernyawa.Maka dari itu langsung kami bawa ke Myra. Namun karenakehabisan darah, dalam perjalanan Bambang sudah tidak tertolong,” ungkap Darmadji.

Kapolresta Palembang Datangi TKP
Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu HB Bintono didampingi Kapolsek Sukarami Rivanda, begitu mendapat mendatangi lokasi kejadian. Petugas pun langsung melakukan olah TKP dan sebelumnya jasad korban Bambang telah dibawa ke kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang.
Kanit Reskrim Polsek Sukarami Iptu Marwan mengatakan, usai kejadian pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara.Petugas sudah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian dan jenazah korban masih divisum di RS Bhayangkara Palembang.
“Sementara ini petugas sedang mengumpulkan barang bukti dan melakukan penyelidikan. Korban tewaskarena dirampok, karena sepeda motor Suzukii FU dan dua unit ponsel milik korban hilang,” ujarnya. (sp/fil)





