INDRALAYA.Newshanter.com – Dua warga yang berdomisili di Jalintim Km 28 Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (SUMSEL), Senin (20/04/2015) pukul 23.00, tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP)
Mereka tewas dengan kondisi sangat mengenaskan dipenuhi luka bacok dan luka tusuk di sekujur tubuh seperti kepala, perut dada dan paha.Korban tewas diketahui bernama Suwarno (32) pemilik rumah makan es tape ketan hitam dan Patrik (45) seorang tukang parkir, warga Desa Tanjung Raya Indralaya Ogan Ilir.
Peristiwa maut tersebut terjadi di rumah makan Es Tape Ketan Hitam Jalintim Km 32 Indralaya milik korban Suwarno.
Keterangan yang diperoleh wartawan tribune sumsel, dari Kepolisian menyebutkan belum dapat dipastikan motif pembunuhan yang dilakukan tersangka yang saat ini tengah buron.
Namun diduga ada dua motif tersangka melakukan perbuatan keji yakni motif dendam terhadap korban suwarno dan persaingan bisnis karena baik korban maupun tersangka sama-sama memiliki usaha rumah makan yang hanya berjarak lebih kurang 5 meter.
“Untuk motif pembunuhan kita belum dapat pastikan karena tersangka melarikan diri. Namun, dugaan kita bermotif dendam dan persaingan bisnis antara korban suwarno dan tersangka Hendra,” kata Kapolres OI AKBP Asep JS didampingi Kasat reskrim AKP Dhafid Shiddiq SH, Selasa (21/04/2015).
Dikatakan Kasat, sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, satu bulan lalu, Khotisah ibu kandung tersangka terlibat perkelahian dengan David pedagang buah semangka yang berada di samping usaha korban Suwarno dan di depan rumah tersangka.
Lanjut Kasat, saat perkelahian itu, ibu tersangka menganiaya David dengan menggunakan kayu dan membawa senjata tajam jenis pisau.
Sedangkan, korban Suwarno merupakan saksi kasus penganiayaan tersebut. “Mungkin lantaran dendam, tersangka menghabisi nyawa korban Suwarno. Motif lainnya, bisa saja dilatar belakangi persaingan bisnis, karena baik korban maupun tersangka memilik usaha tempat makan yang jaraknya berdepanan,” duganya.
Dikatakannya, pelaku terbilang berani dalam melakukan aksi pembunuhan terhadap dua korban, karena di lokasi TKP terbilang ramai pengunjung serta letak yang berada di lalu lintas jalan.
Sebelum melakukan pembunuhan terhadap korban Suwarno dengan menggunakan sebilah pedang, tersangka Hendra terlebih dahulu membunuh Patrik yang saat itu hendak menghalangi tersangka masuk kedalam tempat usaha Suwarno.
Kesal dihalangi korban Patrik, Tersangka Hendra langsung membacok kepala korban Patrik, dan menghujatnya dengan beberapa kali tusukan.
Akibat hujatan senjata tajam, korban Patrik tewas di TKP dengan kondisi satu luka bacok di kepala, satu di bahu kanan, dua luka tusuk di punggung kanan, satu luka tusuk dipinggang, satu luka tusuk di bawah ketiak kiri dan luka robek di kaki kanan akibat sabetan sajam.
Usai menghabisi nyawa korban Patrik, pelaku masuk kedalam rumah suwarno untuk mencari korban Suwarno di dalam rumah, saat didapatinya.
Korban Suwarno langsung dibacok pada bagian kepala sebanyak tiga kali dan menusuk perut korban sebanyak tiga kali dan satu tusukan di dada.Kini kasus tersebut dalam penyelidikan.(TS/NHO)





