Palembang, newshanter.com – Calon Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menghadiri pelantikan dan pengukuhan Grup Bersama Sahabat Setia (GBSS) Bela Fitri di wilayah kecamatan Kemuning Palembang, Sabtu (1/6/2024).
Ketua Umum Laskar Bela Fitri Nasri Fitri (LBF) mengatakan, pihaknya selaku Ketua LBF berterima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu di Kemuning yang telah memfasilitasi tempat dalam rangka pengukuhan pengurus GBSS Bela Fitri.
“Semoga niat kita yang baik ini buat ibu Fitri dapat terkabul agar beliau bisa menjadi walikota Palembang. Selalu kita dukung,” ujarnya.
Lanjut, ia menuturkan di kota Palembang belum pernah ada pemimpin seorang wanita. Tetapi wanita lebih berani, lebih tegas bekerja dengan baik buat negara dan bangsa.
“Seperti contoh ibu Sri Mulyani yang dulu nya bekerja di luar negeri tapi dia kembali lagi karena ia cinta kepada tanah airnya maka dia menjadi menteri Keuangan,” katanya.
“Begitu juga ibu Fitri yang mempunyai niat bagaimana kota Palembang ini bisa menjadi lebih baik untuk kedepannya. Insya Allah dengan niatnya untuk menjadikan kota Palembang menjadi terbaik dan masyarakatnya menjadi yang terbaik. Beliau sudah mempunyai program-program untuk kota Palembang dan masyarakat kota Palembang,” tutupnya.
Sementara itu, Calon Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pihaknya secara pribadi berterimakasih kepada bapak/ibu semuanya dan seluruh panitia yang sudah bersungguh-sungguh dan bersusah payah untuk mendukungnya.
“Oleh karena itu ibu Fitri secara khusus mengucapkan terimakasih banyak semo ga apa yang dilakukan seluruh pengurus dan juga panitia, tetangga dan seluruh yang hadir disini untuk mendukung ini Fitri sebagai Walikota Palembang 2024-2029,” ujarnya.
Lanjut, ia mengatakan, pihaknya bertekad ingin mencalonkan diri sebagai Walikota Palembang yang pertama pihaknya merasa selama dua periode ini sudah mengenal betul apa tugas sebagai kepala daerah.
“Insya Allah dengan pengalaman saya di dua periode memimpin sebagai Wakil Walikota Palembang saya sudah tahu betul apa yang dilakukan terkait isu-isu atau persoalan yang dirasakan oleh masyarakat kota Palembang. Pertama saya ingin menyelesaikan masalah pelayanan publik terutama kaitannya pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Lanjut, pihaknya berencana nanti seluruh warga kota Palembang yang hampir berjumlah 1,7 juta jiwa nantinya tinggal membawa KTP untuk berobat tidak ada yang menghalangi masyarakat untuk berobat.
“Selama ini masih seperti itu tetapi belum terkesan sempurna masih juga halangannya. Kalau tidak ada kartu BPJS kesehatan, kartu KIS ditolak untuk berobat. Selain itu juga masalah pendidikan. Lalu masalah banjir yang sering terjadi di kota Palembang. Selain itu juga akan dibenahi jalan, lampu jalan dan lainnya” tutupnya. (frs)





