PAYAKUMBUH -Newshanter,com. Diduga dipicu terjadinnya perkosaan disebuah cafe di Payakumbuh Kabupten 5 kota Sumbar. Puluhan massa membakar Kafe Fitri yang terletak di kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, payakumbuh, Sabtu (21/1/2016) malam.
.
Menurut keterangan yang Newshanter.com. dihimpun di lapangan menyatakan, pemerkosaan terjadi room nomor 3 kafe cinta fitri, Jumat (19/1/2017). Korban bernama mawar (nama samaran-red) yang berusia 18 tahun sedangkan pembakaran kafe terjadi Sabtu malam, (21/1/2016)
Aparat keamanan polisi dan TNI-pun tidak mampu meredam kemarahan massa yang sudah berkumpul di depan cafe sekira pukul 21.00 wib karena mereka kalah jumlah aparat keamanan itupun mundur.
Akhirnya sekitar pukul 22.00 wib, massa berhasil membakar pondok kafe dan bagian belakang bangunan utama kafe. Tidak hanya sampai disitu, aksi massa juga beralih ke tengah jalan bahkan mobil pemadam kebakaran yang akan memadamkan api sempat dihadang, sehingga pemadaman sempat tertunda setengah jam.
Lurah Lalang, Gusmardi membenarkan kejadian pemerkosaan di Kafe Cinta Fitri ini, saya tidak bisa menghalangi tindakan massa yang sudah marahfan bertindak anarkis. “Korban tampak shock karena digilir tujuh orang pemuda, wargapun marah makanya kafe itu dibakar,” kata Gusmardi sambil mengulangi ucapan korban.
“Benar ada pemerkosaan di kafe ini. Saya sudah menjenguk korban di rumah sakit dan kondisinya sangat memprihatinkan. Sekarang masyarakat marah, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Gusmardi.
Keberadaan Korban mendapat 10 jahitan
Sementara ketika sejumlah wartawan ingin mengetahui siapa korban sebenarnya MInggu (22/01/2017) Namun sayang, upaya sejumlah wartawan untuk menelusuri keberadaan korban yang disebut-sebut warga Nagari Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh itu tidak membuahkan hasil.
Korban sebelumnya dirawat di Rumah Sakit dr. Adnaan WD Payakubuh tidak bisa ditemui. Bahkan Security yang mengetahui kedatangan sejumlah wartawan untuk melakukan tugas peliputan, meminta untuk tidak mendekati ruangan perawatan, kalaupun ingin melakukan peliputan harus seizin Direktur Rumah Sakit.
Namun dari keterangan yang berhasil dihimpun dari beberapa tenaga medis RSUD. Kkorban yang beralamat di Sungai Baringin, Kabupaten 50 Kota ini mendapat 10 jahitan di alat kelaminnya dan beberapa bagian tubuh memar dan lecet.Korban setelah diperkosa sebanyak 7 pelaku dan pelaku kemudian memasukkan benda keras ke alat kemaluan.
“Korban mengalami kekerasan fisik dan mental. Alat kemaluannya robek karena diduga kemasukan benda keras dan harus mendapat 10 jahitan,” ujar perawat yang tak mau disebutkan namanya.
Hingga Minggu Sore (22/1/2017) diketahui bahwa korban tidak lagi dirawat disana. Menurut pihak Rumah Sakit, korban diketahui telah dibawa pulang oleh pihak keluarga.
“Memang benar pasien tersebut telah dibawa pulang oleh pihak keluarga pada Sabtu sore (21/01/2017),” kata Desmawati, S. Kep, Kabid Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit dr. Adnaan WD Payakumbuh.
Kepala Kelurahan Talang, gusmardi membenarkan kejadian pemerkosaan di Kafe cinta fitri ini dan tidak bisa menghalangi tindakan massa yang sudah marah.”benar ada pemerkosaan di Kafe ini. Saya sudah menjenguk korban d rumah sakit dan kondisinya sangat memprihatinkan. Sekarang masyarakat marah, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tutur Gusmardi seperti dikutip tv one.
7 Pelaku sudah Dimankan di Denpom
Diduga pelaku pemerkosaan adalah oknum aparat, kini psudah diamakan di Denpom, Dandrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Bakti Agus mengaku sudah mendapatkan laporan tentang pelanggaran yang dilakukan anggota dari kesatuan di Payakumbuh. Namun, ia belum bisa memberikan penjelasan resmi secara detail karena seluruh terduga sedang dalam diperiksa oleh Detasemen Polisi Militer ¼ Padang.
“Mengenai pelanggaran anggota dari kesatuan tersebut di Payakumbuh itu, saya sudah tahu. Sudah masuk laporan kepada saya. Hanya saja, saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena anggota sedang di periksa di Denpom ¼ Padang,” kata Danrem ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Minggu (22/1/2017).
Sementara Danden POM ¼ Padang Letkol CPM Didik Haryadi saat dihubungi Harianhaluan.com, Senin (23/1) mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap tujuh pelaku.
“Kami masih mendalami dan masih tahap penyidikan, saat ini juga masih membuat laporan untuk ke atas (Kodam). Yang jelas semua (kasus) sudah kami tangani,” terangnya. (bb/01)





