MUBA. Newshanter.com. Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Muba meninjau lokasi ledakan sumur bor minyak tradisional di desa B5 Tanjung Kaputren Kecamatan Plakat Tinggi, Kamis (12/1/2017).
Dalam kunjungan tersebut Apriyadi meminta kepada seluruh pihak terkait untuk intensif dan koordinasi dalam upaya memadamkan api. Ia juga menghimbau kepada pihak keamanan baik dari TNI dan Kepolisian untuk menjaga lokasi kejadian ledakan sumur bor minyak agar masyarakat tidak bebas masuk ke area tersebut.
“Masyarakat bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Muba sudah berupaya memadamkan api namun api susah dipadamkan, sekarang upaya kita selanjutnya untuk mendatangkan mobil pemadam kebakaran dan berkoordinasi dengan Pertamina,” ujarnya disela-sela tinjauan.
Lanjutnya, penanganan sumur minyak tradisional, sejauh ini sudah ada upaya dari Pertamina dan Pemkab Muba, untuk itu perlu ada upaya yang serius lagi.
Lebih lanjut Apriyadi mengatakan sumur bor minyak tradisional yang mengalami ledakan kemarin (11/1/2017) sore, kedalamannya mencapai 160 meter, dan mengakibatkan 18 orang korban mengalami luka bakar.
“Tidak ada korban jiwa, sekarang sedang dirawat di RSUD Sekayu,” tandasnya.
Adapun FKPD dan SKPD yang turut mendampingi Plt Sekda dalam meninjau lokasi kebakaran sumur bor minyak itu diantaranya, Asisten II Setda Muba Ir H Sulaiman Zakaria MT, Kasdim Kodim 0401 Muba Mayor Inf Surobin, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Muba Ir Hendriadi, Kepala Dinas Kesehatan dr H Taufik Rusydi MKes, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba H Hariyadi Karim SE MSi, dan Camat Pelakat Tinggi H Siswadi DC SSos MSi.(BM/Herry)






