Dalam mewujudkan Misi ke-7 Walikota Bukittinggi Hebat Sektor Pertanian, Perintah Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Bukittinggi, newshanter.com – Dalam mewujudkan Misi ke-7 Walikota Bukittinggi Hebat Sektor Pertanian dan mengatasi kelangkaan/keterbatasan pupuk bersubsidi serta kemahalan pupuk non subsidi.

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pertanian dan Pangan melaksanakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik untuk kelompok tani Kota Bukittinggi dengan Materi “Teknis Pembuatan Dan Penggunaan Pupuk Organik Dari Sampah Rumah Tangga, Bertempat di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mandiangin Koto Selayan Talao, Kamis (3/11/2022).

Hadir sebagai pemateri dan praktek pembuatan Eco Enzyme dan kompos,  Adri, SP (POPT pada UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat), terlihat Antusias peserta yang didominasi ibu-ibu dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai siang.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Melwizardi, MSi melalui Penyuluh Pertanian Kota berharap kegiatan ini dapat bermanfaat, dapat dipraktekkan dirumah masing-masing, peserta menjadi agen pembaharuan dalam mengembalikan kesuburan tanah, menjadi pioner yang akan memasyarakatkan pemanfaatan limbah rumah tangga untuk di ubah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanah, tanaman dan manusia.

Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera BaratAdri, SP menyampaikan bahan untuk pembuatan Eco Enzyme adalah 1 bagian gula (kg/gr), 10 bagian air (liter/ml), bagian sisa sayur dan kulit buah (kg/gr), fermentasi selama 90 hari (3 bulan) dan siap untuk aplikasi dengan berbagai manfaatnya.

“Bahan pembuatan kompos yaitu sampah organik rumah tangga, pupuk kandang, mikroba rumpun bambu, dedak halus, air dan kompos akan siap digunakan setelah 4-5minggu, ” ungkap Adri.

Adri juga mengatakan,   manfaat pupuk organik diantaranya memperbaiki sifat tanah (fisik, kimia, biologi tanah), mengandung 13/16 unsur hara esential, mengandung mikroba, hormon, zat perangsang tumbuh, dapat dibuat sendiri oleh petani/kelompok tani, tidak tergantung, tanah/lingkungan/ hasil pertanian sehat.

sementara ungkapan “Pupuk Organik Adalah Pupuk Utama, Pupuk Kimia Pupuk Tambahan” penggunaan istilah yang tepat sangat penting Agar pupuk organik lebih dihargai (petani, masyarakat, pengambil kebijakan), Kebijakan yang diambil sesuai dengan yang seharusnya misalnya subsidi pupuk organic bagi petan, imbih  Adri mengakhir. (A/M )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *