PALEMBANG.Newshanter.com. Dari 11 korban penumpang speesboat”Awet Muda” yang membawa 53 penumpang tengelam di PerairanTanjung Serai Bagan 13 Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (06/01/2018) lalu hingga Jumat tim sar gabungan sudah berhasil mengevakuasi 10 jenazah, Sebelumnya ditemukan 2 korban tewas .
Umumnya para penumpang adalah pedagang ke Kalangan-kalangan (ke Pasar-Pasar-red) , sejumlah pedagang berasal dari Sumatera Barat (sumbar) yang merantau ke Palembang, mereka baru pulang berjualan di pasar kalangan di Banyuasin Sumsel.Dari 10 korban yang telah berhasil di evakuasi Riko (30) pedagang asal Nagari Paninggahan Solok Sumbar .
Sehingga Suasana sedih terlihat jelas pagi ini di Posko tim DVI Polda Sumsel yang berada di Rumah Sakit Bhayangkara Jumat (05/01/2018) pukul 09.30.Setelah jumat malam ditemukan 10 jenazah korbanspeedboat Awet Muda Tersebut. Jumat pagi semua keluarga datang dan berusaha kuat mencari dan mengenali jenazah satu persatu.
Sedangkan jenazah Riko Jumat malam sekitar pukul 22.00 setelah diperiksa tim forensik diambil keluarganya dibawa kerumah duka di Villa Purnama Perumnas Sako. Sabtu (06/01/2017) pagi jenazah Riko dibawa ke Masjid Alfalah Perumnas udanntuk disholatkan kemudian dibawa ke TPU Semantamg Borang Untuk di Makamkan. Almarhum Riko sehari harinya berjualan Emas ke Kalangan. Almarhum meninggalkan dua orang anak, Istri Alamarhim kini tengah hamil.
Sementara itu pihak kepolisian dan tim dokter forensik polda sumsel sedang mendata, informasimengenai korban dari pihak keluarga.M Fadlun dari tim Forensik mengungkapkan kondisi jenazah saat inisulit untuk dikenali secara kasat mata berbeda dengan dua korban yang diketemukan sehari sebelumnya.”Sehingga Sudah sulit untuk mengenali korban, makanya hari ini pihak kita masih mengumpulkan ciri-cirikhusus semua korban, ” ujar Fadlun.
Sedangkan jenazah Riko Jumat malam sekitar pukul 22.00 setelah diperiksa tim forensik diambil keluarganya dibawa kerumah duka di Villa Purnama Perumnas Sako. Sabtu (06/01/2017) pagi jenazah Riko dibawa ke Masjid Alfalah Perumnas udanntuk disholatkan kemudian dibawa ke TPU Semantamg Borang Untuk di Makamkan. Almarhum Riko sehari harinya berjualan Emas ke Kalangan. Almarhum meninggalkan dua orang anak, Istri Alamarhum kini tengah hamil.
Awal Mula Petaka Speedboat Tenggelam di Banyuasin
Berdasarkan hasil penelusuran , ketika berbincang dengan korban selamat dalam trageditenggelamnya kapal cepat (speedboat) Awet Muda di Perairan Tanjung Serai, Banyuasin, Sumatra Selatan,pada Rabu (3/1) kemarin, diduga karena kerusakan mesin.
Rizal, asal sumbar yang sehari hari berjualan, menceritakan kronologis karamnya speedboat nahas yang menyebabkan 13 orang tenggelam dari total 55 penumpang.
Menurut Warga Jalan Kolonel H Burlian KM 10 Palembang ini, speedboat bertolak dari Primer IIKarang Agung hendak menuju ke Palembang tidak mengalami kendala apa pun.Namun, sekitar setengah jam perjalanan, kapal itu mengalami kerusakan mesin dan mesinnya mati.
“Saat itu speedboat tiba-tiba mesinnya mati, rupanya ada as mesin yang patah. Kemudian pengemudilangsung menghubungi speedboat lain untuk minta bantuan. Namun, sebelum bantuan datang memang speedboat dipaksakan untuk jalan dengan ugal-ugalan oleh nakhodanya,” ujarnya.
Ia melanjutkan saat berjalan itu lah tiba-tiba ada gelombang sekitar 1 meter lebih dan langsung menghantam speedboat.”Seketika speedboat terbalik dan seluruh penumpang panik ada yang mengambil jeriken sebagai elampung,” kata dia.Saat itu, Rizal duduk di bagian belakang speedboat jadi bisa langsung melompat ke air untuk berenang menyelamatkan diri.”Beruntung ada getek (kapal kecil) langsung menghampiri saya dan penumpang lainnya, meskipun adabeberapa penumpang yang tidak bisa diselamatkan,” pungkasnya.
Kepala Kantor Basarnas Palembang, Toto Mulyono, di Palembang, Kamis, mengatakan, timnya mengerahkan empat unit kapal dan 25 personel yang fokus mencari di area bagan 13 Banyuasin.”Kami mohon doanya agar cuaca bersahabat sehingga seluruh korban yang hilang segera ditemukan,” ujarnya.
Daftar Nama Korban Speedboad “Awet Muda” di Banyuasin
Sedangkan 11 nama penumpang yang hilang adalah Yusril, Doyok, Henmas, Riko, Ujang Obral, Ujang Mas, Willy, Arisal, Sief, Naziri, anak Naziri.
Sementara, 42 korban selamat adalah:
1. Indriadi 30 Tahun, Perum Palembang
2. Asril 25 Tahun, Perum Palembang
3. Sangkur 29 Tahun, Palembang
4. Ali 23 Tahun, Rusun Palembang
5. Panjes 24 Tahun, Palembang
6. Darul 35 Tahun, Ogan Ilir
7. Zakar 70 Tahun, Palembang
8. Nursidik 54 Tahun, Tanjung Lago
9. Prat 43 Tahun, Palembang
10. Fredi 35 Tahun, Tanjung Karang
11. Rahma 19 Tahun, Kenten
12. Soiba 68 Tahun, Palembang
13. Panca 31 Tahun, KM. 12 Palembang
14. Chandra 30 Tahun, Ogan Ilir
15. Makmur 58 Tahun, Kertapati Palembang
16. Cisal 52 Tahun, Perum Palembang
17. Ali 53 Tahun
18. Suhaimi 54 Tahun, Meranjat
19. Tarmin 29 Tahun, Ogan Ilir
20. Rob 49 Tahun, Simpang PU
21. Bayat 25 Tahun, Tanjung Rajo
22. Rendi 23 Tahun, Tanjung Rajo
23. Mad 61 Tahun, Palembang
24. Jep 30 Tahun, Rusun Palembang
25. Anggi 21 Tahun, Perumnas Pelembang
26. Mon 42 Tahun, Perumnas Pelembang
27. Tris 27 Tahun, Perumnas Palembang
28. Syafrizal 44 Tahun, 7 Betung Banyuasin
29. Nurman 41 Tahun, Sako Kenten
30. Yefrizon 48 Tahun, KM. 15 Palembang
31. Arlis – Tahun, Perumnas Palembang
32. Hendri 38 Tahun, Perumnas Palembang
33. Arif 29 Tahun, 10 Ulu Palembang
34. Kopik – Tahun, Dusun 2 Segayam
35. Nasik – Tahun, 26 Ilir Palembang
36. Herman 56 Tahun, Perumnas Palembang
37. Rofi 28 Tahun, Palembang
38. Ahmad 40 Tahun, Palembang
39. Yuda 45 Tahun, Palembang
40. Rahman
41. Ipuh –
42. Somad (kernet speed boat).(Tim Hunter)







