Warga Merapi Demo di Kantor Pemkab Lahat, Menuntut PT BAU Segera menghentikan produksi

LAHAT.NEWSHANTER.COM. Puluhan Warga Desa Negeri Agung, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, SElasa (06/10/2015) mendatangi kantor Pemkab Lahat, mereka mengelar demo. Dalam aksi demo mereka menilai PT Bara Alam Utama (BAU) telah bertindak semena-mena terhadap warga desa.Tak hanya itu, PT BAU yang bergerak di sektor pertambangan batubara dituding layaknya penjajah yang hanya mengambil keuntungan tanpa memikirkan dan memperhatikan masyarakat sekitar.

“PT BAU sudah merusak wilayah kami. PT BAU bertindak semena mena tanpa melibatkan dan bermusyawarah kepada warga terkait penambangan Sungai Kungkilan,” teriak Ruspawan saat menyampaikan orasi.

Warga yang sebelumnya mengancam akan bermalam di Pemkab Lahat, jika tidak ada pejabat yang menemui dan mendukung aspirasi yang mereka sampaikan akhirnya ditemui Wakil Bupati Lahat, Marwan Mansyur, SH MM, hingga akhirnya perwakilan diminta untuk berdiskusi di ruang Oproom Pemkab Lahat.

Dalam pertemuan itu, Ruspawan menegaskan menolak keras relokasi Sungai Kungkilan sepanjang 800 meter oleh PT BAU.
Menurut Ruspawan, Sungai Kungkilan merupakan aset desa dan belum pernah dibebaskan oleh pihak manapun untuk kepentingan apa pun seperti penambangan.

Ditambahkanya, relokasi yang dilakukan perusahaan sudah sangat merugikan dan mempunyai dampak negatif terhadap warga Negeri Agung salah satunya terjadinya penyempitan wilayah administratif desa.

“Akibat relokasi sudah merusak tatanan wilayah administrasi desa dan peta desa. Akibat perpindahan alur sungai kungkilan wilayah desa Negeri Agung hilang seikitar 60 hektar,” tegasnya .

Tak hanya itu, terampasnya hak atas alur Sungai Kungkilan, terjadinya pelanggaran adat dan sangat mungkin menciptakan kekisruhan pada generasi yang akan datang tentang batas wilayah administratif desa Negeri Agung dengan desa desa lainya khususnya desa perbatasan yang mempunyai hubungan atas wilayah.

“Untuk itu kami warga desa menolak keras atas relokasi alur Sungai Kungkilan dan secara tegas meminta PT BAU segera menghentikan produksi dan mengembalikan alur sungai seperti semula,” tegasnya.
Di tempat yang sama, perwakilan PT BAU, Guntur, menuturkan kalau relokasi yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan desain tambang.Tak hanya itu, penambangan yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan izin dari kementerian ESDM dan Perda Pemkab Lahat.Lagi pula, kata Guntur aliran yang sungai yang direlokasi setelah dilakuakn penambangan batubara akan dikembali seperti semula.

“Kami merelokasi dan menambang sudah sesuai aturan termasuk jika kita harus membayar ganti rugi kita lakukan secara prosedural. Kalau sudah kita tambang, Sungai Kungkilan akan kita kembalikan lagi sesuai jalurnya,” kata Guntur menanggapi keberatan warga.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Marwan meminta agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara mufakat tanpa melanggar atauran yang ada.Marwan juga menekankan agar pihak perusahaan melibatkan warga sekitar dan bisa berkontribusi.

“Dengan kita duduk satu meja ini kita harapkan akan ada penyelsaian yang baik tanpa ada yang dirugikan dan selaras dengan aturan yang ada,” pintanya.Pantauan di lapangan, saat tiba di kantor DPRD dan Pemkab Lahat, puluhan warga datang menggunakan lima unit truk.Tak hanya kalangan karang taruna, ibu ibu rumah tangga juga tampak semangat menyampaikan aspirasi.

Bahkan, situasi sempat memanas saat puluhan massa terus merangsek masuk ke kantor Bupati Lahat, lantaran tak kunjung ditemui pejabat Setelah menyampaikan orasi didepan Kantor DPRD Lahat, puluhan massa dari Desa Negeri Agung, Kecamatan Merapi Barat beralih ke halaman Pemkab Lahat.(SP/.NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *