Bukittinggi.NEWSHANTER<COM : Warga kawasan Bypass Kelurahan Aur Kuning, Kecamatan Aur Girugo Tigo Baleh (ABTB), tepatnya diujung Flyover sebelah Kampus Fakultas Hukum Universitas Muhammmadiyah Sumatera Barat (UMSB), Selasa (07/04/2015) sore digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tergantung didalam kamar disebuah rumah semi permanen.
Warga yang dihebohkan penemuan pemuda yang diketahui bernama Riki Nisi Jaya (24), seorang tukang bangunan ini, kontan menarik perhatian. Warga pun beramai-ramai menuju lokasi untuk sekedar melihat peristiwa tersebut.
Informasi yang dihimpun wartawa RRI Bukikktinggi penemuan mayat Riki pertama kali diketahui oleh Ibu korban Otilalase (55), warga Nias yang sudah mengontrak rumah tersebut sejak puluhan tahun silam.
Ketika itu, Otilalase baru saja pulang dari bekerja memulung sampah. Ketika baru sampai di rumah, dirinya melihat kondisi rumah sudah berantakan. Alhasil, setelah memasuki kamar sang anak, dirinya langsung menjerit melihat anaknya tergantung dengan seutas tali menjerat lehernya.
“Saya sudah sehari gak pulang, pas tadi pulang saya lihat rumah sudah berantakan. Saya gak nyangka dia bakalan tergantung kayak gitu,” ucap Otilalase sambil menghapus air matanya..(KBRN)
Menurut Otilase, panggilan sehari-harinya, anaknya tersebut memang mengeluhkan sakit kepala yang dideritanya sejak setahun terakhir. Sejak dua tahun silam anaknya memiliki penyakit serupa stres.
“Dia dulu memang pernah sakit kayak-kayak stres gitu, dan juga pernah berobat ke RSJ. Namun, saat itu memang belum sembuh betul. Tiap hari dia mengeluhkan sakit kepala, jadi saya pikir udah biasa mendengarkan dia mengeluh karena sakitnya ini,” ungkap Otilase sambil terisak.
Namun, ia tidak menyangka anak ketiga dari empat anaknya ini akan mengakhiri hidup dengan hal serupa.
“Biasanya dia kerja tiap hari, dia kan tukang bangunan. Namun, sejak saya gak pulang dari kemarin, saya gak tau kalau dia gak kerja hari ini. Pas saya pulang, saya sudah temukan dia kayak gitu,” terangnya.
Melihat hal tersebut, Otilase langsung memanggil tetangganya dan memberitahukan prihal tersebut. Kontan saja tetangganya terkejut mendapat kabar tersebut.
“Tadi pas pulang, ibu Otilase langsung teriak-teriak, dia bilang anaknya tergantung, kami langsung ke sana,” ucap Tia (15), tetangga korban.
Setelah tetangga lainnya tahu, mereka pun melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian. Tak berselang lama, petugas dari Polres Bukittinggi pun langsung menurunkan tubuh korban. Tim Identifikasi pun langsung melakukan olah TKP.
Sementara itu, Bibi korban, Tian (42), mengatakan bahwa siang kemarin korban masih sempat menelponnya dan mengeluhkan sakit kepala.
“Jadi tadi sekitar jam 10.00 dia nelpon, katanya dia gak masuk kerja karena sakit kepala. Terus jam 11.00 saya telpon lagi, saya katakana agar dia pergi berobat. Namun, dia cuma diam saja tanpa menjawab perkataan saya,” tukas Tian.
Saat menelpon Tian, korban sempat mengadukan sakit kepala. Saking tak tahannya, korban pun melemparkan barang-barang dalam rumah.
“Kepala saya sakit, ini rumah sudah saya bikin porak poranda, ucap korban kepada saya,” kata Tian lagi.
Sementara itu, Kapolres Bukittinggi, AKP Amirjan mengatakan, untuk memastikan tewasnya korban, jenazahnya langsung dibawa kekamar jenazah RSAM untuk divisum.
“Kita masih melakukan penyelidikan terkait hal ini, untuk memastikan kematian korban kita akan lakukan visum,” terangnya saat ditemui di lokasi.
Amirjan sangat menyayangkan kejadian tersebut. Untuk itu, ia mengimbau warga untuk tidak melakukan hal serupa.
“Kita sangat menyayangkan hal ini, kita imbau kepada warga untuk tidak mencari jalan pintas dalam menyelesaikan masalah,” tuturnya..(KBRN)





