Banggai,- Desa Samalore, Kecamatan Toili Kabupaten Banggai ini merupakan salah satu desa yang berpenghuni warga trans tersebut tentu ada bermacam-macam agama. Baik itu Islam, Kristen dan Hindu.
Dengan adanya penduduk yang banyak berbagai agama ini tentu antara aturan dan cara mereka beribadah berbeda-bada. Namun dalam hidup bermasyarakat, mereka senantiasa memegang teguh kebersamaan dan persatuan antar warga. Bahkan walaupun mereka berbeda agama, dapat hidup rukun.
Hal ini diungkapkan oleh tokoh agama Nasrani Pajarum, Sabtu (14/3/20) pada saat menghadiri syukuran di rumah Kepala Desa Samalore mengatakan,”Memang di desa Samalore ini ada yang beragama Islam, Hindu dan Kristen. Namun walaupun kami berbeda agama tetap emnjunjung tinggi nilai kebersamaan warga.”
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perbedaan pendapat di desa Samalore ini ada, namun semua itu dapat diselesaikan dengan baik. Tentu saja menurutnya, sebagai pemuka agama ia bersama dengan pemuka agama lain selalu menberikan contoh baik agar warga juga meniru dari apa yang mereka lakukan.
“Dengan memberikan contoh yang baik kepada warga tentu kebersamaan, persatuan dan kesatuan akan terbina dengan baik,” pungkasnya.(*)





