PRABUMULIH -Newshanter.Com. Ungkapan air susu dibalas dengan air tuba, sepertinya tepat disematkan kepada Ragil Rehab Saputra bin Bungkar Alam (17) warga Jalan Tri Sukses Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.
Bukannya berterimakasih dan membayar setelah diobati lukanya, Anak Baru Gede (ABG) justru menganiaya perawat Puskesmas Pasar Prabumulih yakni Refatiana Binti Samsul Wani (27) warga Desa Talang Balai Kecamatan Talang Balai Kabupaten Muaraenim.Peritiwa perusakan itu terjadi Rabu (3/1/2018) sekitar pukul 17.00.
Pelaku Tidak hanya menganiaya Refatiana dan para perawat lainnya, Ragil bahkan mengamuk merusak seluruh fasilitas kesehatan Puskesmas Pasar Prabumulih yang berada di Jalan Mayor Iskandar No 3371 Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara tersebut.
Tidak hanya menganiaya Refatiana dan para perawat lainnya, Ragil bahkan mengamuk merusak seluruh fasilitas kesehatan Puskesmas Pasar Prabumulih yang berada di Jalan Mayor Iskandar No 3371 Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara tersebut.
Usai melakukan penganiayaan dan pengrusakan, pelaku bersama dua temannya kemudian kabur. Beruntung, korban dan pihak rumah sakit langsung menghubung petugas kepolisian.
Selanjutnya petugas yang melakukan patroli mendapat informasi keberadaan pelaku Ragil dan meringkus pelaku tanpa perlawanan.
Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa satu bilah gunting bergagang plastik warna biru yang digunakan pelaku menusuk pintu dan mengenai korban, satu buah batu koral dan satu unit Tab merk lenovo yang rusak serta pecahan Kaca.
Akibat kejadian itu, pihak puskesmas Pasar mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, sementara Refatiana harus mendapat perawatan tim medis.
Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Sofyan ketika diwawancarai mengungkapkan, diringkusnya Ragil lantaran menganiaya perawat dan melakukan pengrusakan terhadap puskesmas Pasar Prabumulih.
“Pelaku ini luka di paha masih kita selidiki karena apa, apakah hendak memcuri atau apa, lalu ke puskes berobat dan dijahit para perawat hingga 5 jahitan. Setelah selesai para perawat minta biaya sebesar Rp 90 ribu, bukannya membayar malah marah dan hendak kabur,” ungkapnya.
Lalu perawat pria kemudian berusaha mencegah namun justru pelaku kembali memecahkan kaca puskesmas dan merusak barang-barang.
“Pelaku lalu mengambil gunting di Puskesmas dan mengejar para perawat, mereka yang takut lari ke kamar mandi dan pintu kamar mandi di tusuk pelaku pakai gunting hingga mengenai tangan korban yang menahan dari dalam,” kata Kapolsek.
Sofyan mengatakan, pihaknya yang mendapat laporan langsung melakukan pengejaran dan mengamankan pelaku.”Pelaku telah kami amankan dan akan dijerat pasal 406 KUHP tentang pengrusakan dan pasal 35w ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun,” tegasnya.
Pelaku Ragil ketika diwawancarai Tribune Sumsel mengakui perbuatannya menganiaya dan merusak puskesmas karena terpengaruh minum minuman keras jenis ciu.
“Awalnya kami sama teman minum miras di taman Prabujaya lalu ada polisi patroli kami lari, saya naik pagar rumah orang dan paha luka kena tembok. Lalu meminta temani AR dan RS (inisial-red) berobat ke puskesmas,” ujarnya.
Pria penuh tato di dadanya itu mengatakan, setelah berobat dirinya diminta uang Rp 90 ribu namun tidak ada dan berusaha hendak kabur tetapi justru dimarah serta dibentak para perawat.
“Saya kesal dan langsung pecahkan kaca puskesmas dan rusak barang-barang, lalu saya ambil gunting dan kejar perawat pria tapi mereka semua masuk kamar mandi, saya tidak tahu lagi setelah itu lalu saya dan teman-teman lari,” kata pria mengaku sehari-hari kuli bangunan itu dan sudah dua kali ditangkap mencuri itu.(TS/fil)






