Umat Muslim Bakal Trauma karena Perlakuan Imigrasi

JAKARTA.newshanter.com- Umat Muslim yang memiliki nama bernuasa Islami diperkirakan akan trauma dengan perlakukan Kantor Imigrasi. Sebab, setiap warga yang namanya Muhammad dan Ali dilarang masuk pintu otomatis Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

“Ini akan menimbulkan traumatik buat konsumen Imigrasi. Imigrasi gegabah melarang warga yang namanya Muhammad dan Ali melintasi pintu otomatis,” ujar pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, kepada Okezone, Sabtu (21/3/2015).

Ia juga menilai Imigrasi telah melakukan tindakan diskriminatif. Sebab, larangan melintasi pintu otomatis Imigrasi di Bandara hanya untuk setiap orang yang bernama Muhammad dan Ali.

“Larangan itu tidak memilik alasan yang mendasar. Imigrasi menunjukkan sikap yang paranoid. Saya belum pernah mendengar ada kasus seperti ini di luar negeri,” ujar Tulus.

Ia mencontohkan, dirinya pernah diperiksa Imigrasi Inggris ketika tiba di London. Namun saat itu ia tetap dipersilakan melewati semua pintu Imigrasi di Bandara.

“Di London sama dengan di Jerman. Boleh lewat pintu mana saja. Hanya, interview Imigrasi London dan Jerman pada saya lebih mendalam. Karena waktu itu saya pakai jenggot yang dianggap identik dengan Islam. Jadi harusnya interview-nya yang diperdalam. Bukan melarang lewat pintu otomatis seperti itu,” tutur Tulus.(OKEZone)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *