Palembang, newshanter.com – Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang pada Selasa (4/8/2026) bertempat di Gedung Fakih Usman Lantai 7 UM Palembang telah dilakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor UM Palembang dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan juga Memorandum of Agreement (MoA) antara Kakanwil Ditjenpas Provinsi Sumsel dengan Direktur Program Pasca Sarjana (PPs) UM Palembang.
Turut hadir didalam kegiatan ini Rektor UM Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M, Wakil Rektor I Akademik Dr Saleh Hidayat, M.Si, Wakil Rektor II Keuangan, Administrasi, Pengembangan Usaha, Aset, dan Teknologi Informasi Prof Dr Sri Rahayu, S.E., M.M, Wakil Rektor III Kerja Sama, Internasional, dan Sumber Daya Manusia (SDM) Dr Eko Ariyanto, S.T., M.Chem, dan Wakil Rektor IV Kemahasiswaan, Al-Islam Kemuhammadiyahan, dan Kaderisasi Dr Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I, para Dekan UM Palembang serta Direktur PPs UM Palembang dan jajaran di lingkungan PPs UM Palembang.
Selain itu juga, dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H, dan jajaran, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Sumsel Hazmin, M.Pd, Kakanwil Ditjenpas Provinsi Sumsel Yulius Sahruzah beserta jajarannya, kepala rumah tahanan negara (rutan) kelas I Palembang Mohammad Rolan, kepala rumah tahanan (karutan) kabupaten/kota se Sumsel, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten/kota se Sumsel.
Dikatakan Rektor UM Palembang Prof Dr Abid Djazuli, S.E., M.M, kita dari pihak kampus pada hari ini telah melaksanakan MoU dan MoA dengan berbagai stakeholder lainnya. Pada intinya kita sangat mendukung dan mensupport apa yang telah disepakati bersama yang dituangkan dalam bentuk MoU dan MoA.
Semoga dengan adanya penandatanganan tersebut maka dikedua belah pihak mendapatkan apa yang diinginkan dari dua hal tersebut. Kalau kita dari pihak Universitas sangat bangga serta senang jika banyak yang melakukan kerjasama dengan kita.
“Intinya kami sebagai Rektor UM Palembang dan Ketua PWM Sumsel sangat antusias dengan telah adanya MoU dan MoA, mendukung dan mengharap untuk direalisasikan daripada isi MoU dan MoA tersebut,” ujarnya.
Menurut Direktur PPs UM Palembang Dr Ir Mukhtarudin Muchsiri, M.P, adapun kegiatan ini sendiri tentang penyelenggaraan Catur Dharma terdiri, pendidikan/pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan dakwah keummatan.
Langkah pertama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk studi lanjut Sarjana Strata Dua (S2) di Program Pasca Sarjana UM Palembang.
“Pada saat yang sama juga dilakukan penandatanganan MoU antara Kanwil Lapas Provinsi Sumsel dengan PWM Provinsi Sumsel dan MoA antara Kalapas Kelas 1 Pakjo dengan Ketua LDK PWM Provinsi Sumsel,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, selain itu juga, disusul dengan penandatanganan MoA Ka Lapas/Karutan kabupaten/kota se Sumsel dengan PDM kabupaten/kota se Sumsel.
MoA dengan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) dan PDM dalam rangka penguatan dakwah komunitas di Lapas dan Rutan di Sumsel.
“Semoga dengan adanya MoU dan MoA ini dapat mengembangkan lagi dari PPs UM Palembang ini kedepannya, dan lebih banyak manfaatnya dengan dilakukan penandatanganan tersebut,” katanya.
Menurut Kakanwil Ditjenpas Sumsel Yulius Sahruzah, dalam paparannya, ia tekankan pentingnya kolaborasi antara pemasyarakatan, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan untuk mendukung pembinaan yang lebih inovatif, humanis, serta berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial Warga Binaan.
Pemasyarakatan tidak bisa berdiri sendiri dalam menjalankan fungsi pembinaan. Kami membutuhkan dukungan penuh dari para akademisi dan tokoh masyarakat.
“Melalui sinergi ini, kami berharap Warga Binaan bisa mendapatkan bekal pendidikan, pendampingan mental, dan keterampilan yang memadai agar kelak benar-benar siap saat kembali ke tengah masyarakat,” ucapnya.
Begitu juga ditambahkan Ketua PWM Sumsel Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H, dirinya juga nyatakan dukungan terhadap program reintegrasi sosial melalui pembinaan keagamaan dan moral.
Dari sisi kerohanian dan pembinaan moral, PWM Sumsel akan terus mendampingi Warga Binaan. Harapan kita bersama, pembinaan yang komprehensif ini akan melahirkan individu yang tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga landasan agama yang kuat saat mereka bebas nanti.
“Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pelaksanaan berbagai program, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan literasi hukum, pembinaan kepribadian dan kemandirian Warga Binaan, hingga kegiatan akademik yang mendukung pengembangan Sistem Pemasyarakatan,” imbuhnya. (*)





