BANGGAI— Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 107 di wilayah Kodim 1308 Luwuk Banggai telah selesai. Namun semangat kebersamaan antara TNI dengan rakyat akan tetap abadi selamanya.
‘TMMD Pengabdian untuk Negeri’. Itulah tema TMMD 107 di wilayah Kodim 1308 Luwuk Banggai. TMMD adalah operasi militer selain perang, dimana kekuatan TNI adalah bersama dengan rakyat dan kekuatan TNI hanyalah dari rakyat.
“Sehingga itu adalah konsep dasar pelaksanaan TMMD,” ujar Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD 107, Letkol Inf Fanny Pantouw, Kamis (16/4).
Dalam pelaksanaan TMMD 107 tahun 2020, TNI telah membuktikan bersama bahwa seluruh komponen, seluruh kekuatan yang ada di wilayah akan menjadi kekuatan yang besar apabila kita kompak. Kompak dalam menghadapi semua tantangan, ancaman dan hambatan yang akan terjadi.
“Selesainya TMMD 107 ini menunjukkan sinergitas kita dan bagaimana kekompakan kita. Ini adalah modal dasar kekuatan pertahanan bangsa dan Negara. Dan ini adalah kekuatan NKRI,” tuturnya.
Dia berharap, pelaksanaan TMMD membantu masyarakat Kabupaten Banggai, khususnya di Desa Samalore Kecamatan Toili dan Desa Argakencana Kecamatan Moilong. Dandim 1308 Luwuk Banggai ini juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut terlibat dalam mensukseskan TMMD.
“Terima kasih atas kerjasamanya, terima kasih atas bantuan pemda Banggai, Polres Banggai dan dan seluruh jajaran Kodim 1308 Luwuk Banggai serta semua warga Samalore dan Argakencana. Semoga kita diberkati dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucap Fanny.
Pelaksanaan TMMD tidak berakhir begitu saja. Seluruh program yang dilaksanakan Satgas TMMD sangat berbekas di hati masyarakat. Seperti yang diutarakan Camat Moilong, Hariadi Bola.
TMMD kata dia, sangat membantu masyarakat secara keseluruhan di Desa Argakencana karena menyentuh kerinduan masyarakat tentang pembangunan, baik fisik maupun nonfisik.
Dengan pelaksanaan TMMD yang berlangsung selama sebulan ini, sangat memberikan manfaat yang sangat besar, karena bila pembangunan yang dianggarkan melalui dana desa maupun APBD tentu tidak cukup.
“Namun dengan program TMMD mampu mengintervensi kebutuhan masyarakat dari sisi infrastruktur, serta kegiatan-kegiatan nonfisik,” kata Hariadi.
Dia mencontohkan peningkatan jalan desa. Beberapa kali, pihaknya mengusulkan baik ke provinsi, kabupaten atau dana desa, namun tidak mampu membiayai, tapi dengan adanya program TMMD semua terpenuhi.
“Pemerintah kecamatan dan desa berharap kedepan agar supaya lebih ditingkatakan lagi, baik anggaran maupun waktu. TMMD ini punya keterbatasan waktu dan anggaran, sehingga kedepan bisa ditambahkan lagi anggaran dan waktunya,” kata dia.
Selain itu, TMMD juga membangun keharmonisan antara TNI, Polri dan masyarakat. Ini terbangun dari sistem pemondokan di rumah-rumah warga, konsumsi serta keterlibatan masyarakat saat kerja.
“Sehingga terbangun hubungan emosional antara TNI-Polri dan mayarakat,” papar dia.
Hal serupa juga disampaikan Camat Toili, Andi Rustam Pettasiri. Menurutnya, TMMD sangat luar biasa. Pihaknya melihat nilai-nilai dan semangat gotong royong sangat baik. Banyak hal yang dilakukan, terutama kerjasama yang baik antara masyarakat dan Satgas TMMD dalam melaksanakan pembangunan fisik mau nonfisik.
“Kami sangat puas dengan pekerjaan Satgas TMMD,” kata Rustam.
Ada keakraban dan persahabatan antara Satgas dengan masyarakat. Sudah dekat, tanpa ada jarak dan sekat. Mereka selalu bekerja bersama.
Dia menyatakan, sasaran TMMD di Samalore sudah sangat tepat karena masyarakat memang membutuhkan sentuhan pembagunan. Olehnya itu, dia berharap TMMD juga hadir di desa desa lain di Kecamatan Toili.
“Terima kasih atas semangat gotong royong yang diberikan kepada masyarakat, sehingga akan mempermudah untuk kegiatan selanjutnya,” ucap dia.
Sekadar diketahui, program TMMD 107 di Samalore dan Argakencana berupa pembuatan plat deker, peningkatan jalan desa sepanjang 3 kilometer. Setelah itu, penyuluhan pertanian, kesehatan, peternakan dan lainnya.
Tidak hanya program utama, Satgas TMMD juga melaksanakan sasaran tambahan, seperti program bedah rumah sebanyak 30 rumah tidak layak huni, merenovasi rumah ibadah (masjid dan gereja), membanutu pembangunan sekolah, mensosialiasikan imbauan pemerintah tentang penggunaan masker dan physical distancing untuk pencegahan wabah virus corona atau Covid-19, membagikan masker gratis hasil jahitan Persit Kodim 1308 Luwuk Banggai, menyemprotkan cairan desinfektan di fasilitas-fasilitas umum, menyalurkan sembako, melaksanakan perpustakaan keliling, menyalurkan buku bacaan dan masih banyak lagi program yang dilaksanakan Satgas TMMD selama sebulan. *





