Persebaya United meminta Mahaka Sports untuk mempertimbangkan venue leg kedua babak delapan besar turnamen Piala Presiden 2015. Mereka menjadikan kabut asap yang menyelimuti Pulau Sumatera, sebagai alasan penolakan bermain di Palembang.
Sesuai dengan jadwal, tim asuhan Ibnu Grahan seharusnya bertemu Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, akhir pekan ini. Pertemuan kedua kesebelasan merupakan bagian dari leg kedua turnamen Piala Presiden 2015.
Namun Persebaya nampaknya coba mengambil keuntungan dari kabut asap yang menyelimuti Sumatera. “Pemain bola itu butuh menghirup oksigen yang sangat banyak. Jangan sampai mereka menghirup udara seperti itu,” kata dokter tim Persebaya, dr Heri Siswanto.
Sampai dengan saat ini Persebaya United terus memantau tingkat indeks pencemaran udara (ISPU) Palembang. Kalau dianggap masih belum aman, maka Persebaya United akan melakukan aksi penolakan bermain di Palembang.
“Ini kan demi keselamatan semua. Bukan hanya pemain kami saja, tapi juga seluruh pemain yang bertanding di lapangan nanti,” pungkasnya.
Sriwijaya FC sendiri akan menjamu Persebaya pada leg kedua Piala Presiden 2015 di Stadion Jakabaring Palembang. Untuk melaju ke babak semifinal, SFC wajib mengalahkan Persebaya dengan skor selisih dua gol. Sementara bagi Persebaya, tiket lolos ke babak semifinal akan dikantongi, jika berhasil menahan imbang SFC, atau kalah selisih satu gol, asalkan bisa mencetak gol ke gawang SFC. (bola.net)
editor: Hensyi Fitriansyah





