PEKALONGAN, Newshanter.com – Meski waktu pelaksanaan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah masih cukup lama, yakni sekitar dua Minggu, namun para Satgas TMMD dan warga diinstruksikan untuk terus kebut pekerjaan di sejumlah sasaran fisik.
Seperti di perehabpan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), demikian Pasiter Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Eko Sulistyo, mengingat jumlah RTLH yang harus direhab cukup banyak, yakni 10 unit, Satgas TMMD jangan terlena dengan masih banyaknya waktu pelaksanaan TMMD.
”Jika tidak ingin lembur, mestinya sejak awal para anggota Satgas TMMD dan warga harus kerja keras. Sepuluh rumah yang harus direhab bukan jumlah yang sedikit, belum lagi masih banyak sasaran fisik lain yang juga harus dikerjakan dan semua harus selesai sebelum TMMD ditutup,” tandas Pasiter Kapten Inf. Eko, Sabtu (27/03/2020).
Pasiter mengingatkan, jika tidak ingin lembur, mestinya di perehaban RTLH harus dikebut sejak awal. ”Pokoknya saya tidak ingin karena nanti tahu-tahu waktunya mepet, lantas para anggota Satgas TMMD dan warga harus lembur. Karne tidak bisa ditawar, semua sasara fisik harus rampung sebelum TMMD ditutup,” tambah Pasiter Eko.
Sementara itu terpisah, Supardi, salah satu warga Desa Pantirejo yang rumahnya ikut direhab di pelaksanaan TMMD Kodim Pekalongan, menyatakan, melihat cara kerja para anggota Satgas TMMD saat merehab rumahnya, pihaknya yakin, tidak sampai penutupan TMMD akan selesai.
”Belum lagi para tukang profesional yang dilibatkan rata-rata juga bisa mengikuti ritme kerja para Tentara yang merhab rumah saya. Optimis rumah saya akan jadi sebelum TMMD usai,” papar Supardi. (rus)





