Palembang, Newshanter.com – Menanggapi keluhan belasan petani yang tercatat warga Jalan Mayor Zen Lorong Perintis RT 20 RW 04 Kelurahan Sungai Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang ini yang merasa terpukul dan kecewa setelah melihat lahan padi mereka yang hampir panen ini telah diacak – acak dengan menggunakan alat berat jenis Eksafator oleh diduga pihak PU Pengairan Pemprov Sumsel.
Untung ketua RT 20 membenarkan adanya keluhan warganya yang lahanya dirusak alat berat pihak PU, saat dikonfirmasi media ini via ponselnya Rabu (23/08/2017). Awalnya Untung mengaku kaget dan tidak mengetahui, dirinya mengaku mengetahui dari Abdul Gani S.Sos Lurah Sungai Selincah sebelumnya, menghubungi dirinya dan mengatakan kalau alat berat sudah masuk, katanya.
Masuknya alat berat untuk normalisasi sungai, mantan Lurah saat ini meminta Untung selaku RT untuk mengatasi keluhan warganya dan tidak ada ganti rugi kepada para petani yang lahanya telah dirusak alat berat, ungkapnya. Untung mengaku, melihat pengerjaan bersama warganya dan Untung tidak sempat menemui pihak operator proyek, karena jauh, katanya.
Untung tidak menduga kalau alat berat sudah masuk ke areal lahan persawahan, karena Pengerjaan begitu cepat, dikerjakan siang malam, jelasnya. Pihak proyek tidak ada pemberitahuan dan sosialisasi kepada warganya dan dirinya selaku Ketua RT 20, elaknya.
Mendapat keluhan dari warganya yang umumnya petani ini, Untung mengaku menghubungi Lurah yang saat itu penggantian Lurah, katanya. Untung mengaku mendukung program pemerintah dan menampung keluhan warganya dengan meminta warganya menghitung kerugian lahanya yang telah dirusak, jelasnya.
Untung keberatan warganya telah melapor ke Forum Masyarakat Palembang Satya Mandiri (FMPSM). Disinggung nama perusahaan yang mengerjakan proyek PU, Untung mengaku lupa, ada 2 CV, Abdul Gani yang mengetahuinya, elaknya. Lurah sekarang dijabat Rusdi (plt) dan Sugiono pemborongnya, jelasnya.
Untung berharap, pengerjaan jalan terus, namun warga jangan dirugikan, harapnya.
Sementara Sugiono selaku pengawas pemborong PU Cipta Karya PSDA ini mengaku, pengerjaan ada sosialisai, namun masa jabatan Lurah Abdul Gani S.Sos saat itu, masa transisi, katanya saat dikonfirmasi media ini via ponselnya Kamis (24/08/2017). Sugiono mengaku, dirinya telah menghubungi Lurah, lurah lalu menghubungi RT dan diizinkan, katanya.
Menurutnya, dirinya sudah bertemu Lurah, RT dan warga membahas lahan tumbuh. Pengerjaan saat ini dihentikan karena belum ada penyelesaian antara pihak CV dan petani sekitar. Sugiono akan mencari sosuli terbaik buat petani, janjinya.
Terpisah, Abdul Gani S.Sos
Mantan Lurah Sungai Selincah ini ponselnya tidak bisa dihubungi saat dikonfirmasi media ini Jumat (25/08) pada Pukul 15.29, 15.30, dan 15.31 WIB dengan nada, “tinggalkan pesan anda“. (Y2n)





