PALEMBANG-Nwshanter.com. Seorang Driver Taksi Online Riki Septian (31 tahun) warga jalan Macan Kumbang Raya kecamatan IB I Palembang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan. Riki melaporkan penganiaayaan dan pengeroyokan itu ke Unit Pidana Umum (pidum) Poresta Palembang, Jumat (28/12/2018).
Kejadian tersebut terjadi, Kamis, 27 Desember 2018, Sekitar pukul 21.00.Riki saat itu sedang mengantre untuk mengisi bahan bakar di SPBU Soekarno Hatta, tepat di depan Jalan Sukosari.
Kendaraanya menutupi jalan di TKP (Tempat kejadian perkara).Lalu dari arah Jalan Sukosari keluar kendaraan mobil fortuner warna hitam.Karena kendaraan Riki menutupi jalan kendaraan yang keluar tersebut, pengendara Fortuner mengeluarkan sirine dan klakson.
Tidak lama kemudian keluar seorang laki-laki dari mobil Fortuner sambil marah-marah dan mengetuk kaca mobil Riki.Saat itulah, Riki turun dari mobil. Orang tersebut langsung mendorong Riki.
Kemudian orang itu mengambil pistol sejenis FN dari pinggang, lalu mengacungkan ke arah Riki.
“Dia sembat bilang, Ngapo kau melawan apo, setelah itu 2 orang laki-laki dari kendaraan pelaku dan langsung mendorong korban hingga korban terjatuh,”ungkap Kasat Reskrim Poresta Palembang Yon Edi Winara, melalui Wakasat Reskrim AKP Ginanjar Aliya Sukma.
Pada saat itu 2 orang tersebut langsung menganiaya Riki. Memukul dan menendang badan dan kepala Riki.Saat itu datang Ervan dan Reza yang sedang mengantre di SPBU coba melerai penganiayaan.
“Kemudian korban langsung mengirimkan pesan ke grup taksi online melalui media WA yang isinya. “Meminta bantuan, saya sedang dikeroyok oleh orang tiga orang,”katanya.
Berdasarkan pesan di WA itu, tidak lama kemudian datang tiga orang laki-laki dengan menggunakan satu unit sepeda motor.
Seorang diantaranya membawa samurai dan satu orang lainnya menembakkan senjata api ke arah atas sebanyak tiga kali.
Selanjutnya Riki pergi ke Polsek Sukarami untuk melapor. Oleh anggota Polsek Sukarami, Riki diarahkan untuk melapor ke Polresta Palembang.
“Akibat kejadian tersebut Riki mengalami luka memar dibagian kepala belakang, lecet dikaki dan luka baret pada bagian leher,”katanya.
Pada saat itu, Alvian juga melaporkan ke polisi.
Ketika ditemui, Alvian dan Arfanani (bapak Alvian), ketika diruang Pidum Polresta Palembang, membenarkan bahwa adanya keributan tersebut, antara mereka dan Riki.
“Awal saya mau keluar mobil pak, mau turun. Namun mobilnya melintang. Terus korban ini marah-marah ngajak ribut,” ungkapnya.
Saat itu pula ketika dirinya keluar dari mobil, korban yang tadinya sendiri, lalu memangil rekannya.
“Nah saya mau dikeroyok. Lalu keluarlah bapak saya dari mobil, dan kakak saya. Saat itulah saya mengeluarkan softgun. Namun tidak saya tembakan pak. Saya keluar mobil itu untuk menyelesaikan masalah,” pungkasnya.(red1)





