Banda Aceh newshanter.com – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), mendukung pembangunan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pidie Jaya. Hal itu di katakan ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH, Jumat (16/2).
Menurut Safaruddin, pembangunan kampus AKN tersebut akan meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Pidie Jaya. Untuk itu, Safaruddin berharap agar pembangunan kampus AKN tersebut tidak perlu di tunda. Kerena, peningkatan hak dalam mendapatkan pendidikan juga bagian dari tugas Pemerintah.
“Dukungan oleh Yayasan Budha Tzu Chi terhadap pembangunan AKN tidak perlu di goreng menjadi isu lain, ini justru akan merugikan daerah Pidie Jaya sendiri,” kata Safaruddin.
Safaruddin menjelaskan, Dengan adanya AKN di Pidie Jaya, tentu masyarakat di kabupaten itu tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk melanjutkan pendidikan ke perkuliahan, dengan adanya kampus ini, juga akan membawa multi player efek bagi daerah sekitarnya.
“Bagi masyarakat Pijay tentu tidak perlu biaya banyak untuk melanjutkan pendidikan, karena kampusnya dapat di tempuh dalam jarak yang dekat dan tidak perlu sewa rumah kos dan beli makan karena bisa makan di rumah. Ini merupakan dampak positifnya,” terangnya.
Saat ini, lanjut Safar, di Aceh sangat butuh investasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk membangun Aceh. Penolakan AKN ini akan menjadi hal yang tidak baik nantinya, apalagi MPU telah menyatakan bahwa pembangunan AKN tidak ada kaitannya dengan agama.
“Apalagi keberadaan AKN tersebut di tengah masyarakat Pijay yang religius, tentu pengaruh negatif terhadap agama islam akan segera bisa ditangkal oleh masyarakat setempat. Dengan adanya kampus tentu pembangunan SDM nya akan semakin cepat dan berkualitas, tentu ini penting dalam melaksanakan peningkatan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Pijay, kami bangga dengan Pemkab Pijay berhasil meyakinkan pihak lain untuk membantu meningkatkan pendidikan di Pijay,” pungkasnya
Saat ini, tambah Safaruddin, pendirian Akademi Komunitas Negeri di Pidie Jaya di hentikan sementara, Pemkab Pidie jaya mengambil langkah coolling down dalam membangun AKN. Kebijakan tersebut memang sepenuhnya kewenangan Pemkab, akan tetapi hal itu sangat kontradiktif dengan program Pemerintah Provinsi Aceh, yang mengusung misi “Aceh Caroeng (Aceh Pandai).
Safar menilai perlu kiranya andil Pemerintah Provinsi untuk mendorong agar Pemkab Pijay tidak menghentikan kebijakan untuk meningkatkan pendidikan di Pijay, karena hal tersebut selaras dengan misi Pemerintah Aceh dalam progran Aceh Caroeng, dan Hebat, Ilmu tanpa iman pincang
Iman tanpa ilmu buta.
“Terlepas dari kepentingan dukungan politik dalam pilkada di Pijay, perlu tausiah objektif dari kita yang mendukung Aceh Careng dan Hebat utk pendirian AKN di Pijay,” ungkapnya.





