Sekda Sumsel dan Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sampaikan Ini Terkait Pencapaian Kepemimpinan HD-MY

Palembang, newshanter.com – Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) S A Supriono yang mewakili dari pemerintah provinsi (Pemprov) Sumsel dalam hal ini Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H Mawardi Yahya menyampaikan kepada awak media mengenai tentang refleksi pencapaian kepemimpinan Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wagub Sumsel H Mawardi Yahya usai kegiatan.

Dikatakan Sekda Sumsel S A Supriono, hari ini merupakan evaluasi terhadap kinerja secara keseluruhan selama tahun 2021 hingga 2022. Ini merupakan suatu hal yang biasa dalam rangka evaluasi untuk mewujudkan visi misi Gubernur Sumsel yang sudah tertuang dalam 16 program kegiatan.

“Ini mendapat koreksi yang cukup banyak, dan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan meningkatkan kinerjanya disisa masa jabatan beliau 1 tahun yang akan datang,” ujarnya.

Kemudian, secara keseluruhan semua OPD ada di bawah pemprov Sumsel diharapkan melakukan koordinasi secara utuh kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota yang berkaitan dengan pembangunan kabupaten/kota.

Seluruh OPD dievaluasi karena 16 program itu ada di seluruh OPD. Dimana untuk pembangunan juga dilakukan koreksi walaupun ada beberapa yang baik.

“Selain itu, kita bisa mempertahankan swasembada pangan, walaupun dengan hasil pada tahun ini semester sekarang menurun, dan untuk infrastruktur memberikan segmentasi yang positif dari masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura provinsi Sumsel H R Bambang Pramono, dimana kita bisa mengoptimalkan kondisi yang saat ini kurang baik, dimana langkah kongkritnya kita selalu koordinasi dan sinergi seperti dua hari kemarin.

Dimana kita mendorong food estate di 10 kabupaten/kota, dan 17 kabupaten/kota kita juga dorong untuk melakukan pendampingan di lokasi sampel area.

“Kita juga mengupdate LBS, jadi kita melalui Surat Gubernur melibatkan 17 kabupaten/kota kongkritnya untuk bersinergi,” katanya.

Dilanjutkannya, bagaimana mengupdate LBS, bagaimana mendampingi KSA, bagaimana memperdayakan PPIP, bagaimana kita meningkatkan produksi dan produktifitas dengan mengupdate simultan petani, dan alhamdulilah sudah mulai terlihat.

“Kredit Usaha Rakyat dibanding tahun 2020 dan 2021 itu meningkat hampir 100 persen. Selain itu yang sangat membahagiakan di tahun 2023 kuota pupuk subsidi kita cukup tinggi yakni 253 ribu ton untuk urea, dan 153 ribu ton untuk NPK, dan itu sudah keluar SK dari Menteri,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, padahal di tahun 2022 urea kita hanya146 ribu ton, NPK kita hanya 9 ribu ton.

Dimana itu menunjukkan bahwa simultan kita, petani yang terdaftar di simultan berdasarkan nomer induk pendudukan itu sudah menginput RDDK melalui digitalisasi, sehingga mereka pupuk alokasi subsidi, lebih banyak lagi.

“Insya Allah target kita itu masih 2,54 juta insya Allah kita di tahun depan itu bisa mencapai 2,7 juta seperti kita pada tahun-tahun sebelumnya, mudah-mudahan ini bisa tercapai,” bebernya.

Masih dilanjutkannya, langkah kongkritnya adalah seperti yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) di command center kepada saat rapat kepada seluruh Gubernur se Indonesia pengaruh terbesar inflasi saat ini adalah sektor pangan, 74,4 persen.

“Sehingga pangan ini upayanya adalah meningkatkan produksi, ketersediaan. Jadi semua sektor itu harus melakukan intervensi, meningkatkan produksi, baik itu cabe, bawang, telur, daging ayam, dan 10 bahan pangan pokok lainnya,” jelasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *